Kereta Tak Beroperasi Selama Agustus

0
898 views

CILEGON – Hingga akhir Agustus 2020 mendatang tidak ada kereta api lokal yang beroperasi dari Stasiun Rangkasbitung ke Stasiun Merak maupun sebaliknya. Dengan seperti itu masyarakat harus mengoptimalkan layanan transportasi publik lain.

Kepastian tak adanya kereta yang beroperasi di jalur yang menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon itu disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 1 Jakarta melalui keterangan resmi yang diterima Radar Banten, Minggu (2/8).

Dalam keterangan resmi tersebut, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menjelaskan, saat ini PT KAI sedang melakukan penyesuaian pola operasional perjalanan kereta api lokal.

Penyesuaian itu dilakukan mengingat masa darurat wabah Covid-19 belum berakhir serta berbagai upaya langkah pencegahan penyebaran virus Corona yang masih terus dilakukan oleh berbagai elemen.

“Perpanjangan pembatalan KA Lokal yang ditetapkan hingga Agustus 2020 ini, akan terus dievaluasi bersama dengan melihat perkembangan di lapangan. Jika terdapat perpanjangan waktu atau kembali beroperasinya KA dalam kondisi The New Normal, maka akan diinformasikan kembali secara resmi,” ujar Eva.

Penghentian operasional kereta api lokal di wilayah Daop 1 Jakarta sudah dilakukan sejak 1 April lalu.

Selain enam kereta api lokal Merak yang beroperasi di jalur Merak-Rangkasbitung dan sebaliknya, kereta api lokal lain yang juga tidak dioperasikan sementara secara bertahap adalah tiga kereta api lokal Pangarango jalur Sukabumi-Bogor dan sebaliknya, enam kereta api Walahar jalur Tanjung Priuk-Purwakarta, dan  kereta api Jatiluhur yang beroperasi di jalur Tanjung Priuk Cikampek.

Sejauh ini, di wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta, kereta api lokal yang beroperasi hanya KA Siliwangi relasi Sukabumi – Ciranjang dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Sukabumi, KA Siliwangi (498) pukul 05.45 WIB, KA Siliwangi (500) pukul 10.55 WIB, dan KA Siliwangi (502) pukul 16.15 WIB. 

Pengoperasian ini diikuti dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang diterapkan pada masa adaptasi kebiasaan baru, salah satunya dengan memberlakukan okupansi hanya 75 persen dari okupansi yang diizinkan pada saat normalnya sebanyak 150 persen untuk volume penumpang.

“PT KAI Daop 1 Jakarta memohon maaf kepada pelanggan setia KA yang ingin melakukan perjalanannya. KAI Daop 1 berharap masyarakat dapat memahami penyesuaian operasional tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Sektor transportasi,” papar Eva.

Penghentian sementera operasi kereta api dijalur Rangkasbitung-Merak disayangkan oleh Rohmah. Ia mengaku salah satu pengguna jasa kereta api rutin saat hendak pergi ke Kota Cilegon.

“Dari Rangkas kalau pakai transportasi lain (selain kereta api) ke Cilegon ribet, waktunya juga habis banyak,” ujarnya.

Rohmah mengaku biasa menggunakan jasa kereta api untuk kepentingan pekerjaan atau untuk melepas penat.

“Biasanya kalau mau ke mall atau ke bioskop saya ke Cilegon,” ujarnya.

Ia berharap kereta api bisa segera kembali beroperasi. Ia meyakini hal itu juga diharapkan oleh masyarakat lain yang biasa menggunakan layanan kereta api. (bam/air)