Kerja Ke Luar Negeri, Suami Nikah Lagi

Kisah rumah tangga Nengsih (56) bukan nama sebenarnya sangat memilukan. Kerja ke Arab Saudi, Nengsih malah dikhianati suami, sebut saja Tole (57) yang menikah lagi, Astaga.

Ditemui Radar Banten di toko ponsel dekat Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Nengsih tampak sedang menelepon seseorang dengan nada emosi. Saat disapa, Nengsih bercerita panjang lebar tentang suaminya.

Katanya, sejak kelahiran anak pertama, Tole tidak bekerja karena sawah warisan orangtua dijual untuk membiayai pernikahan adiknya.

Sejak itu mereka kekurangan ekonomi. Katanya sih awalnya Nengsih mencoba mengerti keadaan suami sebagai anak tertua dari tiga bersaudara. Ditinggal mati orangtua, Tole hanya dibekali satu hektare lahan sawah untuk dibagi bertiga. Apalah daya, saat adik-adik Tole membutuhkan biaya untuk menikah, mereka pun menjual harta satu-satunya itu.

Karena tidak ada solusi lain, jadilah Tole merayu Nengsih untuk berangkat jadi TKI mengikuti para tetangga yang juga bisa hidup mapan berkat kerja ke luar negeri. “Awalnya mah saya enggak mau, takut ngedenger cerita orang-orang. TKI itu disiksa segala macam, pokoknya waktu itu mah saya enggak mau,” katanya.

Menolak kemauan suami, Nengsih jadi bingung sendiri. Bukannya Tole yang harus bekerja, ini malah menyuruhnya mencari nafkah. Padahal sehari-hari Tole hanya tidur-tiduran di rumah. Sejak saat itu, keretakan rumah tangga mulai terasa.

Hingga akhirnya, entah untuk ke berapa kali Tole merayu dan memohon agar sang istri mematuhi kemauannya menjadi TKI, dengan sedih penuh haru melihat anaknya yang menangis kelaparan, Nengsih menyetujui kemauan suami. Ia bersedia menjadi TKI. “Ya habis mau gimana lagi, Kang. Saya enggak tega melihat anak kelaparan,” curhatnya.

Singkat cerita, bulan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, Nengsih rutin mengirimi uang. Sesekali, jika sedang ada kesempatan, ia menelepon ke Tanah Air untuk melepas kangen kepada Tole dan anaknya. Mengetahui kabar mereka baik-baik saja, sudah membuat bahagia.

Hingga suatu saat, Nengsih jarang menelepon, tapi uang masih rutin ia kirim. Namun, seolah menganggap sang istri tak peduli, ditambah kesepian hidup sendiri, Tole mulai mencari pelarian. Tak tanggung-tanggung, hampir setiap malam ia berkunjung ke rumah wanita pujaan hati tetangga desa.

Pergi jalan berdua, belanja, pokoknya semua dikorbankan Tole demi mendapat kepuasan bersama janda pujaan hatinya. Hingga mereka memutuskan menikah. Nengsih tak pernah tahu akan apa yang terjadi sebenarnya. Anaknya sudah tidak sekolah, Tole malah asyik menikmati hidup bersama istri barunya.

Mengetahui hal itu, saudara dan tetangga merasa tak tega. Namun, berulang kali menghubungi Nengsih, tetap saja tak bisa tersambung. Keluarga Nengsih tinggal di Ciruas. Pasrah akan keadaan, akhirnya ya didiamkan saja.

Ketika Nengsih pulang ke kampung halaman, ia mendapati Tole bersantai sambil membawa wanita ke rumah. Apa mau dikata, mengamuklah Nengsih dan memarahi. Amukannya semakin menjadi-jadi, saat tahu anaknya tak diurus, Nengsih seperti orang kesurupan. Amukannya membuat bulu kuduk merinding.

“Saya enggak kuat, Kang. Capek-capek kerja di negeri orang, pas pulang ternyata suami punya selingkuhan,” katanya.

Bukannya membiayai anaknya, Tole malah asyik menikah lagi. Antara marah dan dengki, Nengsih menuntut Tole mengembalikan semua uang yang selama ini ia kirimi. Apalah daya bagi Tole, akibat kelakuannya berfoya-foya, semua uang sang istri habis tak tersisa.

Kesal karena Tole tak mampu mengembalikan uangnya, Nengsih melapor kepada orangtua dan keluarga. Mereka emosi. Membuat masalah semakin tak terkendali. Waduh. “Saya sudah telanjur sakit hati, Kang. Saya enggak nyangka dia bisa setega itu, pokoknya saya mah sudah enggak bisa maafin dia,” tukas Nengsih emosi.

Nengsih dan Tole pun bercerai, mereka mengakhiri rumah tangga begitu saja. Nengsih kini sibuk mencari nafkah dengan membeli sawah dan membayar orang untuk menggarapnya. Sedangkan Tole masih menikmati hidup barunya.

Duh, sabar ya Teh Nengsih. Masih banyak kok cowok yang masih mau jadi suami Teh Nengsih, yang penting tetap semangat dan rajin beribadah. (mg06/zee/ags)