Kerugian Akibat Longsor di Cilograng Capai Rp500 Juta

0
601 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya bersama sejumlah pejabat meninjau longsor di Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Selasa (6/12).

CILOGRANG – Bencana longsor yang terjadi di Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban. Bahkan, kerugian materiil akibat longsor yang terjadi pada Senin (5/12) sore lalu itu, mencapai Rp500 juta.

Bupati Iti Octavia Jayabaya, yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi dan Kabag Humas Pemkab Lebak Eka Prasetiawan, meninjau lokasi longsor dan menjenguk dua korban selamat di Cikatomas. Tidak hanya itu, Bupati bersama rombongan melihat evakuasi kendaraan dan material bangunan rumah yang rata dengan tanah.

Bupati Iti Octavia Jayabaya menyatakan, bencana longsor di Cikatomas tidak hanya menjadi duka keluarga korban, tetapi menjadi duka masyarakat Kabupaten Lebak. Bupati berjanji, siap menjamin biaya pengobatan dua korban selamat. Bahkan, pemerintah akan mengupayakan bantuan untuk pembangunan dua rumah yang diterjang longsor, yaitu rumah almarhum Muhtar dan Sanan.

“Bencana longsor telah menewaskan dua orang warga Cikatomas. Lebak berduka atas kejadian tersebut,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya kepada wartawan, Selasa (6/12).

Pada kesempatan tersebut, Iti mengapresiasi kerja keras relawan kemanusiaan dari BPBD, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan masyarakat yang telah berpartisipasi membantu evakuasi korban. Dia meminta para relawan untuk tetap menjaga kesehatan sehingga mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik di lapangan. “Lebak merupakan daerah rawan bencana alam seperti longsor, banjir, angin puting beliung, dan tsunami. Untuk itu, masyarakat harus waspada karena cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprawi mengungkapkan bahwa dari 28 kecamatan di Lebak, terdapat 12 kecamatan yang menjadi daerah rawan longsor. Sebanyak 12 kecamatan itu adalah Kecamatan Cilograng, Sobang, Cibeber, Cipanas, Lebak Gedong, Bojongmanik, Gunungkencana, Rangkasbitung, Cimarga, Leuwidamar, Maja, dan Cirinten. Masyarakat diharapkan tetap waspada. Tujuannya untuk meminimalkan kerugian akibat bencana dan jatuhnya korban jiwa.

“Sekarang proses evakuasi sudah selesai. Pemerintah mendapatkan bantuan alat berat dari PT Cemindo Gemilang,” terangnya.

Kaprawi menginformasikan, di Cikatomas terdapat dua rumah yang rata dengan tanah akibat diterjang longsor, yaitu rumah almarhum Muhtar tiga tingkat dan rumah Sanan. Tidak hanya rumah, mobil pikap, Suzuki Ertiga, motor Kawasaki Ninja, dan Yamaha N-Max ikut rusak akibat tertimbun material longsor. “Kerugian yang diderita korban longsor mencapai Rp500 juta. Kita akan upayakan membantu pembangunan rumah korban. Untuk sementara, Mintarsih dan Ali tinggal di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi longsor,” terangnya.

Kerabat korban, Iip Makmur, menyatakan bahwa dua korban meninggal dunia akibat longsor sudah dikebumikan. Sementara itu, dua korban luka yang kritis pada Senin lalu sudah kembali ke rumah dan akan terus dipantau tim medis dari Puskesmas Cilograng. “Saya mengapresiasi perhatian Bupati Lebak yang meninjau langsung lokasi longsor dan menjenguk korban luka di Cikatomas,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sekeluarga di Kampung Cikatomas, Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, tertimbun longsor pada pukul 15.15 WIB. Dua orang meninggal dunia, yaitu Muhtar dan anaknya yang sekolah di SMPN 2 Cilograng, Rika. Istri almarhum Muhtar, Mintarsih, kritis dan anak sulung almarhum, Ali, mengalami luka patah tulang di bagian paha. (Mastur/Radar Banten)