Kerusakan Jalan Simpang – Bayah Dibiarkan

Jalan Rusak
Pengendara motor melintas di ruas jalan nasional Simpang - Bayah tepatnya di Sedekan, Kecamatan Cihara yang terendam air dan lumpur, kemarin. (Foto: Yudha)

CIHARA – Kerusakan di sejumlah ruas jalan nasional Simpang – Bayah yang baru selesai dibangun, hingga kini masih dibiarkan alias belum diperbaiki. Kondisi ini, tentu saja membahayakan para pengguna jalan, karena di beberapa ruas jalan terdapat lubang yang ukurannya cukup besar.

Pantauan Harian Radar Banten kemarin, kerusakan terlihat di ruas Jalan Sedekan, Sukahujan, Pasput, dan Kaungcaniran hingga Simpang, Malingping. Kerusakan paling parah berada di Kampung Kaungcaniran hingga Simpang. Di ruas jalan ini hampir sepanjang jalan banyak terdapat lubang. Sementara, di ruas Jalan Sedekan – Sukahujan banyak berserakan kerikil dan digenangi air. Para pengendara yang melintas di jalur itu harus ekstra hati-hati jika tidak ingin tergelincir.

Seorang tokoh masyarakat Lebak Selatan (Baksel) Yayat Bily mendesak agar pihak terkait segera membangun kembali jalan yang rusak. “Soalnya, membahayakan warga apalagi di ruas Jalan Sedekan lubang jalan cukup besar sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa,” kata Yayat kemarin, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Ia juga mengaku heran, soalnya jalan baru selesai dibangun, tetapi badan jalan sudah banyak rusak. Ia menuding, cepat rusaknya jalan karena pembangunan dilaksanakan asal jadi. “Terus terang, warga Baksel sangat kecewa dengan hasil pembangunan ini. Lihat saja, sudah banyak yang rusak,” ujar Yayat sambil menunjukkan jalan yang rusak.

Senada dikatakan aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Jalan dan Jembatan (Ampijja) Darma Sutisna. Menurutnya, sangat tidak wajar jalan yang dibangun dengan anggaran ratusan miliar sudah rusak lagi. Anehnya kerusakan jalan tidak segera dibangun kembali, terkesan diabaikan. “Setahu saya sudah hampir satu bulan kerusakan jalan itu dibiarkan. Ini ke mana pengawas jalannya, seharusnya ditegur dong pemborongnya agar jalan segera dibangun lagi,” tandasnya.

Sayangnya, saat dihubungi, telepon seluler Kepala Satuan Kerja (Satker) Kemen PUPR wilayah Banten Subagus Dwi Nurjaya dalam keadaan tidak aktif. Namun sebelumnya, Subagus mengatakan bahwa kerusakan jalan menjadi tanggung jawab kontraktor. “Selama dua tahun kerusakan jalan yang baru dibangun menjadi tanggung jawab kontraktor,” tandasnya. (RB/duy/sr/ags)