Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Eko Nugriyanto dan pejabat lainnya usai peluncuran Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kecamatan Pamarayan, Kamis (29/8).

SERANG – Kesadaran masyarakat terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Serang masih rendah. Termasuk di Kecamatan Pamarayan, dari 3.920 penduduk, baru 647 orang yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Hal itu terungkap pada acara launching program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kampung Pasirsempur, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Kamis (29/8). Acara dihadiri Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Eko Nugriyanto, Kepala Kantor BPJS Cabang Serang Muallif, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang H R Setiawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakan dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto, dan unsur pimpinan Kecamatan Pamarayan.

Dalam sambutannya, Tatu mengapresiasi program Desa Sadar Ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan. Tatu menilai, kesadaran masyarakat Kecamatan Pamarayan terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan masih rendah. Padahal, menurut Tatu, program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sangat bermanfaat dan demi kepentingan masyarakat. Program memberikan jaminan kepada masyarakat dalam menjalankan rutinitas pekerjaan di desa.

“Karena itu, saya sangat menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat Pamarayan terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah-red) bagi Camat Pamarayan,” singgung politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu.

Tatu pun mendorong Desa Sangiang menjadi percontohan untuk desa lainnya di Kabupaten Serang sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Untuk mewujudkan itu, Tatu meminta, para kepala desa ikut menyosialisasikan program tersebut kapada warga. “Supaya warga punya jaminan kecelakaan kerja, kematian, dan jaminan hari tua,” jelasnya.

Kata Tatu, nominal iuran BPJS Ketenagakerjaan terjangkau, hanya Rp16.800 per bulan untuk program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Tatu pun memberikan instruksi kepada Plt Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudi Suhartanto agar mendorong semua pemerintah kecamatan mempunyai satu desa sadar jaminan ketenagakerjaan.

“Semua bisa asal ada kemauan,” tandas ibu tiga anak itu.

Deputi Direktur Wilayah Banten BPJS Ketenagakerjaan Eko Nugriyanto mengatakan, pihaknya terus berusaha membangun kerja sama dengan seluruh masyarakat untuk menyukseskan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurut Eko, potensi risiko terjadinya kecelakaan kerja tidak hanya ada pada sektor industri, melainkan potensi terbesar terjadinya masalah justru di pedesaan.

“Sekarang saatnya kami fokus melihat potensi jaminan sosial ketenagakerjaan di desa,” terangnya. “Manfaatnya cukup besar ketika ikut jaminan sosial ketenagakerjaan ini,” imbuhnya. (mg06/zai/ira)