Kesadaran Warga Terbangun, Kampung pun Bersih

0
388 views

SERANG – Lingkungan RW 01, Kampung Pojok, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, menjadi lebih bersih. Tanda kesadaran warganya terhadap lingkungannya telah terbangun. Dan itu menjadi modal kampung ini untuk bersaing dengan 1.510 RW lain di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sindangsari Hasanudin mengatakan, kesadaran terhadap kebersihan itu dapat dilihat dari rutinitas warga RW 01. Terutama ibu-ibu, setiap pagi dan sore hari, menyapu halaman rumah masing-masing dan jalan.

”Meski sampah masih dibakar dan belum ada inovasi mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi, namun kampung ini memang selalu bersih,” kata Hasanudin kepada Radar Banten, Jumat (2/10).

Pihak Pemerintah Desa Sindangsari, lanjut Hasanudin, jadi mudah mengarahkan warga kampung ini terkait LKBA di tahun kedua ini. Pihak pemerintah desa sudah mengimbau warga melalui musyawarah bersama kader Posyandu Desa Sindangsari dan tokoh masyarakat untuk melakukan mempersiapkan kampungnya.

”Warga merespons positif (LKBA-red), gotong royong juga sudah berjalan,” ujar Hasanudin.

Di setiap pekarangan rumah warga kampung yang telah dipilih menjadi Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya ini, ditanami tanaman jenis sayur dan buah. Seperti, cabai, tomat, terong, dan anggur.

”Tapi karena sekarang lagi kemarau, tanamannya pada kering,” ungkap Hasanudin.

Biasanya, jika sedang cuaca bagus, banyak tanaman yang berbuah. Hal itu bisa mengurangi biaya dapur untuk makan sehari-hari warga. “Nanti warga juga bakal bikin tanaman hidroponik,” jelas katanya.

Kekurangan kampung ini, diakui Hasanudin, adalah bidang keamanan. Tiga pos ronda di tiga RT di bawah RW 01 belum dilengkapi peralatan keamanannya sesuai kriteria LKBA.

Hasanudin pun mengaku akan berkoordinasi dengan warga untuk segera melengkapi semua kekurangan. “Lomba ini menjadi motivasi kami untuk memperbaiki kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 01 Hujaemi mengaku terkendala dana untuk menata kampung. Swadaya juga tersendat lantaran banyak warganya banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pademi Covid-19.

“Tapi, saya bakal berusaha maksimal untuk ajak warga semangat lagi menata kampung,” katanya. (mg06/don)