Kesal Sebabkan Polusi Debu, Ratusan Emak-emak Hadang Truk

Ratusan emak-emak warga Desa Malangnengah, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang memblokir Jalan Raya Legok-Parung Panjang dengan cara menanam pohon pisang lantaran kecewa dengan truk yang masih seliweran dan pembangunan jalan yang mangkrak, Sabtu (8/12) lalu.

LEGOK – Lama memendam rasa kesal, akhirnya tak tahan juga. Ratusan emak-emak nekat menghadang truk, Sabtu (9/12) lalu. Aksi dilakukan di Jalan Raya Legok-Parungpanjang. Tepatnya di depan pemukiman mereka di Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan. Mereka juga sempat menanami pohon pisang di tengah jalan.

Nyonya Iroh Magfiroh (43), meminta pemerintah segera menertibkan truk tronton yang melanggar jam operasional. Juga meminta pemerintah segera menyelesaikan perbaikan Jalan Raya Legok-Parungpanjang yang saat ini mangkrak. ”Kami mendesak kepada Gubernur Banten segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pembatasan jam operasional truk pengangkut tambang batu pasir, dan tanah di ruas jalan Provinsi Banten ini,” katanya.

Meski memblokade jalan, ratusan emak-emak membolehkan kendaraan pribadi dan angkot dari arah Legok atau Parungpanjang tetap melintas. ”Khusus untuk truk, kami memaksa para sopir menghentikan laju kendaraannya,” tandasnya.

Nyonya Sofi Novita (37) mengatakan, dalam aksi ini tak ada satupun petugas Dinas Perhubungan, baik Dishub Kabupaten Tangerang maupun Dishub Provinsi Banten yang datang. Dari kepolisian tampak aparat Polsek Legok serta Parungpanjang, Bogor. Namun, polisi tak bisa berbuat banyak melihat aksi spontanitas ratusan emak-emak ini. (Mulyadi/RBG)