Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas antusias memaparkan Festival Toilet Bersih yang saat ini sedang dilaksanakan di wilayahnya. Anas punya alasan tersendiri menginginkan adanya festival itu.

Pasalnya, kata dia, wisatawan sangat mementingkan toilet yang bersih. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman pribadi soal toilet.

“Saya sudah keliling banyak negara ternyata problem kita itu toilet. Wisawatan mau kencing aja repot bau pesing. Saya dulu waktu pertama tugas di alun-alun baunya pesing, semua kencing di pohon, pasti laki-laki. Makanya perlu ada festival ini,” ujar Anas di kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/2).

Anas mengatakan banyak orang malas membersihkan toilet. Namun, dengan melakukan festival ini, warga di wilayah makin bersemangat untuk membersihkan toilet.

Ia berharap kesadaran membersihkan toilet ini tidak hilang begitu saja setelah festival itu usai. Ia memastikan beberapa indikator toilet bersih dalam festival itu yaitu bersih, sehat, dan tidak berbau. Festival ini diikuti sekolah-sekolah dan institusi pemerintah.

“Kalau ngerjain toilet itu keliatannya capek, malas. Kalau ada festival pasti senang, makanya di Banyuwangi ada festivalnya, mulai dari TK, SD, SMP dan perkantoran,” sambungnya.

Selain festival toilet juga diadakan festival bedah rumah di Banyuwangi. Menurutnya dua festival ini juga penting agar Indonesia bisa menaikkan peringkat rumah dan toilet bersih dan higienis dalam World Economic Forum. Pasalnya, dari 144 negara, saat ini Indonesia baru menduduki peringkat ke 122.

“Festival bedah rumah, penilaiannya sepanjang tahun,” kata Anas. (flo/jpnn)