Kesti TTKKDH Serukan Persatuan

Milad Ke-67 Kesti TTKKDH

Ketua Kesti TTKKDH Kota Serang Tubagus Mulyana disambut Ketua Perguruan Pencak Silat Petingtung Bocah Angon Rohimi dan para pesilat, saat tiba pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan milad Kesti TTKKDH di Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (22/11) malam.

SERANG – Kebudayaan Seni Silat dan Tari Indonesia Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) Kota Serang menyerukan persatuan dan kesatuan. Terlebih lagi, menyambut tahun politik berupa pemilu yang rawan perpecahan.

Hal itu disampaikan Ketua Kesti TTKKDH Kota Serang Tubagus Mulyana saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan milad Kesti TTKKDH di Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (22/11) malam. Acara dihadiri oleh para pesilat di Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Pantauan Radar Banten, rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad Saw dan milad TTKKDH ini dirangkaikan dengan sejumlah agenda acara. Di antaranya, santunan anak yatim dan janda jompo, sunatan massal, dan penampilan pencak silat. Di pertengahan acara juga dilakukan ritual keceran. Yakni, meneteskan air yang sudah dibacakan doa pada mata supaya pandangan dicerahkan.

Mulyana mengatakan, menjelang pemilihan umum (pemilu) pihaknya ingin menciptakan situasi kondusif di wilayah Banten. Jangan sampai perbedaan pendapat memecah belah masyarakat. “Kita jaga persatuan dan kesatuan supaya tetap aman,” katanya.

Mulyana mengimbau seluruh anggotanya untuk turut menciptakan suasana aman dan kerukunan di lingkungannya. “Tahun politik ini sedang hangat-hangatnya, saya mengajak kepada seluruh anggota dan masyarakat umum untuk tetap menjaga suasana yang kondusif,” ujarnya.

Mulyana berharap, silaturahmi antara anggota Kesti TTKKDH dan masyarakat secara umum terus dilakukan. Hal itu untuk menjaga sinergisme dan keamanan bersama supaya jangan sampai ada perselisihan. “Kalaupun kita beda pandangan, akan tetapi harus tetap satu tujuan, yakni menjaga keutuhan NKRI,” katanya. Milad TTKKDH kali ini mengangkat tema ‘Menjaga Persatuan dan Kesatuan dalam Bingkai NKRI’.

Ketua Perguruan Pencak Silat Petingtung Bocah Angon Rohimi mengatakan, kesenian dan budaya asal Banten perlu dilestarikan. Dengan cara, merawat tradisi dan mengajarkannya kepada generasi penerus. “Kesenian dan budaya Banten harus terus dilanjutkan,” katanya.

Sesuai dengan tema acara, kata Rohimi, TTKKDH dan Perguruan Pencak Silat Petingtung Bocah Angon harus patuh kepada NKRI. Yakni, dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita harus membantu pemerintah dalam mewujudkan keamanan dan ketenteraman,” katanya.

Dikatakan Rohimi, seni bela diri Banten sangat erat dengan keagamaan. Perguruan Pencak Silat Petingtung Bocah Angon menerima masyarakat yang ingin belajar silat. Namun, ia mewajibkan murid-muridnya untuk belajar mengaji terlebih dahulu. “Yang ingin belajar pencak silat silakan, tapi harus belajar ngaji dulu terutama untuk anak-anak,” ujarnya. (ADVERTORIAL/RBG)