SERANG – Sebanyak 70 anggota Tim Penggerak PKK Provinsi Banten dan perwakilan kabupaten kota di Provinsi Banten, hari ini mengikuti Rakornis Pola Asuh Anak dan Remaja Dalam Keluarga Dengan Cinta dan Kasih Sayang di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (9/12).

Kepala Bidang PMLDU pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Provinsi Banten, Isna Setiasih mengatakan, pada era globalisasi ini terdapat berbagai dampak pada masyarakat, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak positif globalisasi adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga mempermudah seseorang untuk memperoleh berbagai informasi yang tidak terbatas.

Informasi dapat berupa hiburan, pengetahuan dan teknologi, yang diperoleh dari berbagai cara seperti televisi, video, film, internet dan sebagainya. “Kemudahan informasi memang memuaskan keingintahuan kita, serta dapat mengubah nilai dan pola hidup seseorang, termasuk sikap orangtua terhadap anaknya dan pola asuh yang diterapkan,” paparnya saat menyampaikan sambutan.

Sedangkan dampak negatif yang ditakuti, lanjut Isna, adalah gaya barat, yang sangat menonjolkan sifat individualistik dan bebas. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak timbulnya masalah psikososial pada remaja seperti penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, perilaku seks bebas dan menyimpang, kriminalitas anak dan remaja, tawuran, sehingga mengakibatkan kegagalan pendidikan maupun di bidang lain.

“Dampat negatif globalisasi ini lebih cepat diadopsi oleh anak-anak dan remaja, sehingga mereka sangat rentan terhadap pengaruh negatif globalisasi tersebut,” pungkasnya.

Agar semua informasi dan pengaruh asing itu tidak berdampak buruk, menurut Isna, sebagai orangtua tentu berharap agar mereka bisa menyaring semua itu. Namun yang harus diingat, menurut Isna, kepandaian anak dan remaja dalam menyiasati hal tersebut tentu tidak lepas dari peran orangtua dalam memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya.

Menyikapi persoalan tersebut, menurut Isna, melalui kegiatan ini para orangtua mengetahui pengertian dari pola asuh anak dan remaja dalam keluarga, selain itu untuk mengetahui gaya, macam-macam pola asuh dan fungsi keluarga dalam menerapkan pola asuh terhadap anak dan remaja dalam keluarga.

Mewakili Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Nani Ranta Soeharta, terkait tumbuh kembang anak dan remaja, hal pertama yang harus diperbaiki terlebih dahulu menurutnya yaitu orangtua itu sendiri. “Pribadi orangtua diupayakan harus lebih baik, harus menjadi panutan, meskipun setiap orangtua berbeda dalam mengasuh anaknya, namun tujuannya sama, mengajari dan mengontrol anak-anak,” papar Nani.

Menurut Nani, dalam pengembangan anak agar bisa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, harus dengan perlakuan tepat sesuai kebutuhan setiap anak. “Anak yang ada di Kabupaten Lebak, memiliki kebutuhan berbeda dengan anak yang ada di Tangerang atau Tangerang Selatan, karena itu, perlakuannya harus tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPMD Provinsi Banten, Sigit Suwitarto, sekaligus mewakili Plt Gubernur Banten Nata Irawan menjelaskan, ketahanan keluarga perlu diperkuat karena berperan penting dalam tumbuh kembang anak dan remaja.

“Perlu saya sampaikan, data saat ini, ada kasus yang sedang dialami sebanyak 362 kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Banten. Kasus ini menyebar di kabupaten kota. Baik kasus dari anak dengan anak, dari orangtua ke anak, dari lingkungan ke anak, ini memberikan masalah terhadap perkembangan anak,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menekan angka tersebut bahkan menghapus kasus tersebut di Banten, jejaring PKK sangat dibutuhkan peranannya, karena dirinya menilai PKK sangat potensial dan bisa menyampaikan pemahaman secara efektif.

“Jejaring PKK sampai kelompok kecil di tingkat RT, melalui itulah yang kita lakukan, untuk membina masyarakat dengan sosialisasi dan pemberian pengertian langsung terhadap masyarakat, itu yang kita harapkan bisa terwujud,” pungkasnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan, apa yang didapatkan oleh anggota TP PKK baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota bisa kemudian dilanjutkan, dan disampaikan kepada masyarakat luas yang berada di seluruh daerah.

Itu dianggap perlu agar seluruh masyarakat bisa mempunyai pemahaman terkait pola asuh anak dan remaja, sehingga kemudian terbentuknya ketahanan keluarga dan terciptanya tumbuh kembang anak dan remaja yang baik. (ADVERTORIAL/BPPMD PROVINSI BANTEN)