Ketemu Walikota-Wakil Walikota Hanya Dua Jam

0
904

SERANG – Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang bakal membatasi jam tamu bagi Walikota dan Wakil Walikota Serang untuk masyarakat umum selama dua jam. Yakni, pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB tiap jam kerja. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, selama ini pihaknya melakukan evaluasi atau otokritik untuk Setda dalam mengelola tamu saat bertemu Walikota dan Wakil Walikota. “Kami otokritik untuk Setda selama ini semrawut. Tamu semrawut. Tapi, kami juga tidak menyalahkan tamu,” kata Nanang usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan Setda Kota Serang, Senin (1/2). 

Kata Nanang, ke depan pengelolaan manajemen di lingkungan Setda harus diatur. Seperti, saat pimpinan daerah menerima tamu kedinasan dan masyarakat umum. “Ini harus diatur jam 09.00 WIB sampai 14.00 WIB tamu kedinasan. Jam 14.00 WIB kesana tokoh masyarakat. Tapi, kami tidak bermaksud membatasi masyarakat. Silahkan, tapi ada jam-jamnya,” terangnya. 

“Maksudnya, bukan pembatasan tamu, tapi jam masuknya. Kami berharap ini untuk kedinasan. Terkecuali ada janjian khusus,” tambah Nanang. 

Nanang menjelaskan saat ini, Pemkot Serang menerapkan Work From Home (WFH) bagi pegawai di lingkungan Pemkot Serang hanya ada 25 persen pegawai. “Apalagi, sekarang ditekankan dengan Covid-19. Kita sudah ada Instruksi Nomor 1 Tahun 2021. Kita akan lakukan WFH,” jelasnya. 

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, rotasi, mutasi dan promosi di lingkungan pemerintahan merupakan sesuatu yang alamiah dan kebutuhan organisasi. “Saya mengingatkan kepada ASN hari ini agenda sertijab di Setda. 1 Februari 2021 tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda sertijab,” katanya. 

“Ada tiga hal yang harus dilakukan ASN. Pertama, ciptakan rasa betah, kedua fahami tupoksi masing-masing, dan ketiga lakukan komunikasi dengan baik,” tambah Nanang. 
Nanang menegaskan, mutasi, promosi, dan lain-lain jangan dipergunjingkan, tapi laksanakan dengan baik. “Enggak ada kita mengenal tempat basah dan kering. Sudah ada ukurannya ko, gaji dan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai-red),” katanya. (Fauzan Dardiri)