Keterlaluan! ABG Diperkosa Ayah Tiri lalu Ditelantarkan

0
1.199 views
Cabul
Ilustrasi/Inet

CARENANG – Nasib malang menimpa anak baru gede (ABG) berinisial S (14). Warga Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, ini menjadi korban asusila dari ayah tirinya. Kini, nasibnya ditelantarkan oleh kedua orangtuanya.

Saat dimintai keterangan oleh wartawan, S mengaku sudah digagahi sebanyak lima kali oleh ayah tirinya berinisial Mas. Kejadian tersebut berlangsung di rumahnya yang berlokasi di Kota Bandarlampung pada akhir tahun lalu.

Setelah menggagahi sebanyak lima kali di waktu yang berbeda, Mas hendak melakukan yang keenam kalinya. Tapi, istri Mas yaitu ibu kandung S memergoki niatan bejatnya itu. “Abah (ayah-red) dimarahi sama emak (ibu-red),” katanya menjelaskan dengan berbahasa Jawa Serang.

Kejadian asusila tersebut terjadi di wilayah Kota Bandarlampung tempat Mas bekerja. Saat itu, S diperintahkan untuk membereskan pakaian Mas di kamarnya. “Rumahnya lagi sepi, sekira jam 11-an malam,” tuturnya.

Dalam melancarkan aksinya, Mas mengancam akan membunuh S jika tidak mau mengikuti kemauannya sehingga S hanya bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh Mas karena selalu mengalami paksaan dan kekerasan. “Dipukul pakai kayu, mukanya dibenturkan ke tembok,” jelasnya.

Setelah ibu kandungnya mengetahui perlakuan bejat tersebut, hubungan rumah tangga Fat (ibu kandung S) tak lantas bubar. Fat membawa S pulang ke tanah kelahirannya di Kecamatan Carenang. Fat lalu meninggalkan S. Fat bertolak kembali ke Bandarlampung. “Kata ibu, sudah tinggal di jawa (Banten-red) saja,” ujar S menuturkan perkataan ibunya.

Awalnya, S dititipkan kepada saudaranya berinisial Sar. Tapi, Sar sudah lanjut usia dan tidak bisa mengurus S. Hingga kini, S tinggal di rumah warga Desa Ragas Masigit berinisial Mur. Karena iba, Mur membawa S untuk tinggal di rumahnya.

Kepala Desa Ragas Masigit Fadli membenarkan kejadian tersebut. Pada bulan lalu, Fat membawa S pulang ke rumah saudaranya di Desa Ragas Masigit dari Bandarlampung. “Fat ini orang sini, tapi pindah ke Bandarlampung karena suaminya bekerja di sana,” katanya.

Diketahui, S telah menjadi korban asusila dari ayah tirinya berawal dari kecurigaan warga. Warga setempat curiga dengan kondisi tubuh S yang mulai berbeda. Ditambah lagi, kedua orangtua S tidak pulang ke kampung halamannya tapi memilih tinggal di kota rantauannya. “Ketika kita tanya-tanya ternyata dia jadi korban asusila dari ayah tirinya,” jelasnya.

Menurut Fadli, S merupakan anak yatim. Sudah sejak lama ibu kandungnya menikah lagi dengan Mas, warga Kecamatan Lebakwangi. “Dia ini telantar, kasihan anak yatim lagi. Sekarang diurus di sini,” tuturnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, pihaknya beserta warga setempat langsung membawa S ke pihak medis. “Kita bawa ke orang pintar, katanya sudah hamil empat bulan. Tapi, kalau di puskesmas hasilnya negatif. Mau di USG dianya enggak mau karena trauma,” terangnya.

Kasus itu pun dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Carenang. “Sudah masuk pelaporannya, akan diproses bagaimana penyelesaian kasusnya. Dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) juga sudah ada yang ke sini,” ujarnya.

Anggota Komsisi II DPRD Kabupaten Serang Abdul Ghofur yang juga hadir di lokasi mengatakan, kasus tersebut seharusnya mendapatkan perlindungan dari pemerintah setempat. “Jangan sampai korban asusila yang di Kecamatan Lebakwangi itu terulang lagi, apalagi sampai memakan korban jiwa,” katanya.

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah segera menyusun peraturan daerah (perda) bantuan hukum secara gratis untuk warga miskin. “Sehingga advokasi hukumnya menyeluruh dari kepolisian hingga tingkat pengadilan,” jelasnya. (Rozak/Radar Banten)