Keterwakilan Perempuan di Parlemen Banten Masih Minim

0
481

SERANG – Keterwakilan perempuan di parlemen masih minim. Padahal jumlah pemilih perempuan di Banten sangat besar. Berdasarkan penyempurnaan daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan kedua (DPTHP-2), KPU Banten menetapkan DPT Pemilu 2019 tingkat Provinsi Banten sebanyak 8.112.477 pemilih. Perinciannya, laki-laki sebanyak 4.100.146 pemilih dan perempuan 4.012.331 pemilih.

Namun, jumlah pemilih perempuan yang besar itu tidak tercermin dalam parlemen. Baik di DPRD Provinsi Banten maupun di DPRD kabupaten kota. Persentase perempuan di kursi Dewan lebih sedikit ketimbang anggota Dewan berjenis kelamin laki-laki. Padahal berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik secara gamblang mengharuskan partai menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen pada kepengurusan partai tingkat pusat. Peraturan lainnya adalah zipper system yang mengatur setiap tiga bakal calon terdapat sekurang-kurangnya satu calon perempuan.

Ketimpangan anggota Dewan perempuan di Banten itu terlihat dari caleg-caleg terpilih tingkat provinsi dan kabupaten kota yang ditetapkan KPU, kemarin. Di tingkat provinsi, berdasarkan pleno penetapan caleg terpilih KPU Banten kemarin (12/8), caleg perempuan terpilih hanya 15 orang dari 85 anggota DPRD Banten. Sementara caleg laki-laki terpilih mendominasi sebanyak 70 orang.

Lima belas caleg terpilih perempuan DPRD Banten itu tersebar di delapan partai. Yakni, PDIP empat orang (Ida Rosida, Indah Rusmiati, Sri Hartati, dan Anita Indah Wati), PKS tiga orang (A Cut Muthia Ahmad M, Nurul Wasiah, dan Shinta Wishnu Wardhani), Gerindra dua orang (Encop Sopia dan Tati Nurcahyana), PPP dua orang (Neng Siti Julaeha dan Ida Ating). Lalu, Golkar satu orang (Desy Yusandi), PAN satu orang (Ella Silvia),  NasDem satu orang (Ria Mahdia Fitri), dan PSI satu orang yakni Meretta Dian Arthanti.

Koordinator Divisi Umum Rumah Tangga dan Organisasi KPU Banten Rohimah mengungkapkan, berdasarkan hasil Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPRD Banten memang tidak mencapai 30 persen. “Pemilu 2014 lalu, ada 18 caleg perempuan yang terpilih untuk DPRD Banten. Namun, Pemilu 2019 jumlahnya menurun menjadi 14 sampai 15 orang,” kata Rohimah kepada Radar Banten usai rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Banten hasil Pemilu 2019 di The Royale Krakatau Hotel, Cilegon, Senin (12/8).

Ia melanjutkan, minimnya keterwakilan perempuan di parlemen menjadi catatan bagi KPU Banten. Sebab, pada saat pendaftaran caleg, semua parpol peserta Pemilu 2019 tingkat Provinsi Banten mendaftarkan caleg perempuan melebihi 30 persen perwakilan perempuan. “Ini memang hasil Pemilu 2019, masyarakat sudah menentukan pilihan. Ini menjadi tantangan bagi semua pihak terutama parpol,” jelasnya.

Sebagai komisioner perempuan satu-satunya di KPU Banten, Rohimah mengaku prihatin atas capaian caleg perempuan di Pemilu 2019. Menurutnya, semakin banyak perempuan yang duduk di parlemen semakin mudah memperjuangkan aspirasi perempuan. “Suara perempuan akan lebih didengar bila perwakilannya mencapai 30 persen di parlemen. Tapi, ya itu kan harapan kita sebagai kaum perempuan,” tuturnya. (den//air/alt/ira)