Ketika Jaksa Masuk Sekolah.. Lucunya Lihat Siswa SD Salah Jawab, Salting?

Suasana acara jaksa masuk sekolah di SD Negeri Bugel, Pasir Limus, Pamarayan, Kabupaten Serang
Suasana acara jaksa masuk sekolah di SD Negeri Bugel, Pasir Limus, Pamarayan, Kabupaten Serang

PAMARAYAN – Ruang kelas seketika jadi riuh tidak seperti biasanya. Kali ini bukan Bu Guru atau Pak Guru yang berdiri di depan kelas. Melainkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Eli Syahputra yang menjadi menjadi guru pembimbing siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) belajar.

“Siapa yang tahu nama Presiden pertama kita?” tanya Eli Syahputra kepada siswa di SD Negeri Bugel, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Kamis (28/1/2016).

Serempak, siswa menyebut nama Jokowi diiringi tawa guru dan jaksa yang menikuti acara program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Menyadari jawabannya salah, salah seorang siswa yang mengaku Ian Kasela, langsung menjawab Soekarno. “Iya betul,” ujar Kajati Banten.

Selain Kajati Banten, jaksa lain juga tampak antusias menjadi seorang guru sehari. Mereka kali ini tidak berhadapan dengan berkas dakwaan perkara pidana. Jaksa dari Kejati dan Kejari Serang berhadapan dan memberikan materi dasar tentang nilai kebangsaan serta bermain bersama siswa SD Negeri Bugel, Desa Pasri Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

Di ruang kelas yang lain, Jaksa Nefa dari Kejati Banten juga tampak asik berinteraksi dengan siswa kelas 3. “Adik-adik ada yang tahu tugas Pak Polisi?” tanya Nefa kepada siswa. “Nangkap penjahat,” jawab siswa serentak. “Iya. Tapi sebelum ditangkap, diapakan dulu penjahatnya (disidang)?” tanyanya lagi.

“Diborgol,” jawab siswa kompak. Sontak para jaksa dan guru tertawa mendengar jawaban siswa.

Menurut Kajati Banten Aeli Syahputra, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini merupakan kegiatan Jaksa Agung. “Hari ini kita launching program Jaksa Masuk Sekolah. Kita pilih tempat ini karena sekolah ini sangat strategis, terletak di pelosok desa yang kondisinya memprihatinkan. Harapan saya kita bisa menyelamatkan generasi muda dari kehancuran,” ujar Kajati Banten usai launching program.

Turut hadir dalam acara ini Kajari Serang Fantje F Loway, Asda III Pemprov Banten Widodo Hadi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Enkos Kosasih Samanhudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Syaefudin dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi. (Wahyudin)