Ketua KPU Banten Berkomitmen Jaga Integritas dan Kejujuran

0
464 views
Agus Supriyatna

Pilgub Banten sudah digelar pada Rabu (15/2). Suksesi penyelenggaraan pilgub salah satunya tak lepas dari peran KPU Banten sebagai penyelenggara pemilu di bawah komando Agus Supriyatna.

Selain pasangan calon yang banyak menjadi sorotan, KPU Banten juga tak kalah mencuri perhatian publik. Sebab proses rekapitulasi suara secara manual atau real count yang akan diumumkan KPU Banten paling dinanti masyarakat. Dalam rentetan proses pesta demokrasi ini, ia dituntut untuk selalu menjaga integritas.

Pria yang menamatkan strata satu di IAIN SMH Banten ini mengakui jika tak mudah memainkan peran sebagai penyelenggara suksesi kepemimpinan tersebut. Selain menjaga integritas, kepatuhan terhadap aturan harus menjadi tameng utama dalam menjaga marwah demokrasi.

Sejak mengawali karier sebagai komisioner KPU 14 tahun silam, pria kelahiran 17 Agustus 1972 ini mengakui jika sikap inilah yang memang  selalu dipegangnya. Pada awal karier, ia duduk sebagai komisioner KPU Kabupaten Tangerang pada 2003 hingga 2008. Di sini Agus dapat melewati tugas dengan baik. Karena prestasinya selama dua periode di KPU Kabupaten Tangerang, ia dipercaya sebagai Ketua KPU Banten periode 2013 hingga 2019.

Selama berkarier menjadi penyelenggara pemilu, Agus telah mengikuti beberapa pilkada. Yakni Pilkada Kabupaten Tangerang 2005 dan 2011, pilkada serentak (Kabupaten Pandeglang, Cilegon, Kabupaten Serang, dan Tangerang Selatan) pada 2015, hingga Pilgub Banten 2017. Tak terkecuali, perhelatan pileg dan pilpres pada 2004, 2009, dan 2014. “Saya anggap itu sebagai pengabdian di bidang demokrasi dan kepemiluan,” ujar Agus tersenyum.

Tidak hanya kemampuan komunikasi yang baik dengan internal anggota KPU dan pihak terkait, integritas dan kejujuran menjadi taruhan. “Yang lebih menarik tentu pilkada, karena tidak hanya soal masalah upaya intervensi, tapi kita harus berhadapan dengan kebijakan dan soal teknis penyelenggaraan pilkada,” ujar ayah lima anak ini.

Jalan menapaki karier sebagai komisioner pun tak selalu mulus. Agus tak menampik jika banyak godaan yang menghampiri. Namun, tekad dan dorongan dari keluarga dan orang sekitar membuat ia tetap bisa menjaga amanah yang diemban. “Saya anggap itu sebagai ujian dan tantangan,” katanya.

Agus mengaku, beberapa pihak mencoba mendekati melalui keluarga. Modusnya, mereka datang dengan memberikan bingkisan ke rumah. “Alhamdulillah saya dan istri masih kuat sehingga saya langsung kembalikan ke pemberinya,” katanya.

Sikap Agus dalam menjaga integritas didukung penuh sang istri, Sumarni. Bagi Sumarni, yang dilakukan Agus sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab. “Selama beliau profesional, saya hanya bisa mendoakan dan mendukung, dan memang beliau selalu all out dan mendahulukan tugas,” katanya.

“Walaupun sibuk, beliau selalu peduli pada kelurga. Beliau juga sangat mengerti tugas dan kewajiban sebagai pemimpin keluarga. Itu pun sudah diketahui sama anak-anak di rumah,” sambung Sumarni. (Fauzan Dardiri/Radar Banten)