Ketua MUI: Politik Uang Hukumnya Haram

0
488 views
Pengurus harian MUI Banten saat menggelar konferensi pers di kantor MUI Banten sore ini, Kamis (9/2)

SERANG – Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten A.M Romly menyatakan, politik uang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seperti Pilgub Banten tahun ini atau Pemilihan Anggota legislatif dalam syariat Islam haram.

Romly menyamakan politik uang sama dengan tindakan sogok menyogok. “Dalam syariat Islam, memberi uang artinya nyogok, itu haram. Yang memberi atau yang menerima sama-sama berdosa,” ujar Romly saat konferensi pers sore ini di kantor Majlis Ulama Indonesia (MUI) Banten, Kamis (9/2).

Menurut Romly, penerima politik uang, selain berdosa juga tidak mempunyai kedaulatan lagi. Karena dengan menerima uang tersebut berarti orang tersebut telah menjual kedaulatannya.

“Jika sudah disogok, kedaulatannya hilang, kedaulatannya sudah di jual dengan uang Rp 20 ribu atau Rp 50 ribu. Jadi jangan protes kalau ada apa-apa saat calon itu menang dan jadi pemimpin,” paparnya.

Karena itu Romly menyarankan kepada masyarakat untuk secara tegas menolak politik uang dan memilih calon pemimpin berdasarkan hati nurani dan mempunyai kompetensi memimpin. (Bayu)