Ketua Panwaslu Kota Serang: Perang di Medsos Picu Pertikaian di Dunia Nyata

0
529 views
Ilustrasi

SERANG – Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono menilai status akun media sosial para pendukung pasangan nomor 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan pasangan nomor 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarief isinya sudah saling serang. Ia juga menilai ada akun medos palsu yang sengaja dibuat untuk kepentingan kampanye negatif.

” Hingga saat para timses ke dua paslon lebih suka menggunakan akun lain dari pada akun resmi yang didaftarkan di KPU. Padahal semestinya para paslon lebih menitikberatkan akun resmi untuk menyampaikan sosialisasi pilgub pada masyarakat. Akun yang resmi yang didaftarkan di KPU harus dimaksimalkan untuk edukasi politik pada masyarakat. Ini jangan sampai akun palsu yang lebih ramai. Kontennya menjurus pada saling serang antar-paslon, ” ujar Rudi di ruang kerjanya, Selasa (27/12).

Rudi menjelaskan, akun palsu ini meresahkan dan rentan membuat pertikaian di antara kedua pendukung paslon. Bahkan kebanyakan mereka memuat status -status yang mengarah kampanye hitam. Hal tersebut tak sesuai dengan aturan penyelenggaraan pemilu. “Status-status mereka sangat potensial membuat kericuhan pada momen pilgub. Kami kesulitan untuk memantau mereka sebab akun mereka tidak resmi dalam KPU. Kami tak tahu jumlahnya berapa. Kami tak punya wewenang menindak meskipun mereka menyuarakan kampanye hitam di medsos,” tuturnya

Rudi menyayangkan perkembangan politik di daerah Banten berkembang seperti itu. Masyarakat harus diberi kesadaran berpolitik yang etis. Jangan sampai masyarakat diprovokasi untuk membenci salah satu paslon. Hal itu akan menjurus pada pertikaian di dunia nyata. “Maka dari itu guna pencegahan dari kekisruhan pilgub, kami dari panwaslu mengimbau agar para timses tidak menggunakan akun-akun palsu untuk membuat kericuhan pada momen kampanye pilgub 2017. Semestinya sampaikanlah edukasi politik yang etis pada masyarakat,” harapnya. (Ade)