Kondisi salah satu villa di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (24/12), pascatsunami. Foto: Qodrat/Radar Banten

SERANG – Sebanyak 30 penginapan seperti hotel, cottage, dan resort di pesisir pantai di Selat Sunda mengalami kerusakan baik berat maupun ringan. Ini diungkapkan Ketua Harian PHRI Provinsi Banten Ashok Kumar saat dihubungi wartawan Radar Banten, Minggu (23/12).

Ia mengungkapkan, kerusakan sejumlah hotel ini berbeda-beda ada yang berat dan ringan. Mulai dari pagar yang rusak, air yang masuk ke dalam hotel, dan lain sebagainya. “Saya juga sudah mengecek hotel-hotel dan menanyakan langsung kepada pengelola hotel,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kerugian akibat dari puluhan hotel yang rusak ini diperkirakan mencapai Rp2 milliar hingga Rp5 milliar. Ini baru estimasi awal dan diperkirakan nilai kerugian akan bertambah karena beberapa hotel ada yang harus diperbaiki atau dibangun. “Kerusakan terparah ada di Kabupaten Pandeglang,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan, pemberitaan di sejumlah media yang menunjukkan lokasi bencana di Anyar, padahal lokasi yang terkena dampak bencana alam adalah Cinangka, Kabupaten Serang dan sepanjang wisata Kabupaten Pandeglang. “Kawasan Pantai Anyar tidak ada yang kena bencana, tetapi daerah Cinangka,” katanya.

Menurutnya, bencana alam ini akan memberikan pengaruh kepada kunjungan wisatawan di kawasan wisata terutama saat libur natal dan hingga tahun baru. Ini juga disebabkan trauma para tamu terhadap bencana yang terjadi di Selat Sunda. “Masih ada trauma bagi para tamu sehingga ada yang memilih cek out lebih awal,” tuturnya.

Sementara tingkat hunian pada tahun baru diprediksi akan ada penurunan, tetapi hingga saat ini ada sekitar 80 persen tamu yang booking penginapan di kawasan Anyer. “Kalau batal tidak mungkin karena pembayaran sudah masuk, mungkin akan ganti hari lain,” katanya.

Ia meminta bantu pemerintah baik Pemprov Banten, Pemkab Serang, dan Pemkab Pandeglang untuk segera melakukan recovery agar kawasan wisata di Selat Sunda segera pulih. “Pemerintah harus turun tangan dan kalau rasa trauma pasti akan ada, tetapi sifatnya sementara dan sekarang bagaimana menyakinkan tamu bahwa kawasan Anyar aman, meskipun tidak bisa dijamin,” katanya.

Sementara salah satu kawasan wisata yang rusak parah akibat terjangan tsunami adalah Tanjung Lesung. Pihak Jababeka selaku pengelola memprediksi untuk recovery hotel yang memiliki 250 kamar mencapai Rp150 milliar. Pihak hotel akan melakukan perbaikan secara bertahap dan direncanakan mulai buka pada 1 Januari 2019 untuk 10 kamar terlebih dahulu.

Sementara, Aston Anyer Beach Hotel merupakan salah satu hotel yang ada di Kecamatan Cinangka dan kondisinya selamat dari terjangan tsunami. Hotel ini hanya mengalami kerusakan pada bagian kaca pembatas pantai. General Manager Aston Anyer Beach Hotel Doddy Faturahman mengungkapkan, Aston Anyer Beach Hotel salah satu hotel yang selamat dan mengalami kerusakan kecil pada bagian kaca pembatas. Hotel tersebut memang sengaja dibangun dengan memperhatikan kondisi keselamatan bagi para tamu dengan menaikkan tembok pembatas hingga tiga meter.

“Selain ada tembok pembatas ada juga kaca yang sengaja untuk menahan terjangan gelombang jika tiba-tiba datang,” katanya.

Menurutnya, pada Minggu pagi (23/12), para tamu memutuskan cek out lebih awal untuk menghindari kejadian tersebut dan adanya rasa trauma sehingga pihak Aston Anyer memaklumi hal tersebut. Kini pada Senin (24/12), suasana hotel kembali normal karena ada tamu yang menginap sekitar 50 persen dan sejumlah media nasional maupun luar negeri. “Aston Anyer menjadi base bagi jurnalis sehingga okupansinya di atas 70 persen,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, untuk pemesanan menginap kamar pada tahun baru banyak yang membatalkan dan Aston Anyer memahami hal tersebut dan mempermudah proses pembatalan. Aston Anyer juga memberikan rekomendasi untuk menginap di Aston Group di daerah terdekat. Selain itu, manajemen juga memutuskan tidak ada perayaan tahun baru seperti hiburan dan lainnya. “Untuk makan malam akan tetap ada dan ada beberapa tahun yang tidak membatalkan pemesanan pada malam tahun baru. Ini sebagai bentuk keprihatinan atas bencana yang terjadi,” ungkapnya. (skn/air)