Ketum PBNU Tolak Tamasya Al-Maidah di Pilgub DKI Jakarta Putaran Kedua

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj (Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS)

UNTUK mengamankan jalannya Pilgub DKI Jakarta, kelompok massa berbondong-bondong turun gunung menuju Ibu Kota. Mereka berencana mengawal pesta demokrasi di tempat pemungutan suara (TPS) berjalan tanpa ada kecurangan. Gerakan ini dinamakan Tamasya Al Maidah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengaku tidak setuju adanya kelompok massa bertajuk Tamasya Al Maidah ingin datang ke ibu kota. “Dari dulu saya enggak senang ada pengerahan masa. Saya menolak,” ujar Said di kantornya Jalan Kramat Raya, Jakarta, seperti yang dilansir dari Jawa Pos.com, Senin (17/4).

Menurut pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini pemerintah telah memiliki mekanisme untuk mencegah adanya kecurangan. Seperti adanya saksi dari Panwaslu, Bawaslu, dan saksi dari pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta di setiap TPS. “Mari kita percayakan saja ke pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan jelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta pada 19 April, rangkaian aksi bela Islam bertajuk Tamasya Al-Maidah akan dilaksanakan. Diperkirakan ada 1,3 juta orang yang nantinya akan bergabung dari seluruh penjuru tanah air untuk mendatangi TPS di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Menurutnya di DKI Jakarta setidaknya ada 1.300 TPS dalam Pilgub DKI nanti, dan masing-masing TPS akan dihadiri 100 orang peserta Tamasya Al Maidah. (cr2/JPG)