Kharisma Pemandu Wisata di Tengah Bulan Madu

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Berawal dari Bali

Abi (46) dan Umi (45) ingin, di hari ulang tahun pernikahan perak pasangan dengan nama samaran itu dirayakan layaknya suami istri lain. Mereka pun telah menetapkan hati untuk berlibur ke Pulau Dewata. Namun, hadiah ulang tahun itu ternyata menjadi petaka bagi kelangsungan hidup rumah tangga Abi dan Umi.

Perayaan tahun pernikahan mereka ke-25 di Bali itu menjadi kisah cinta segitiga. Hati Umi kecantol seorang pemandu wisata sebuah perusahaan travel, sebut saja Huan (39). Gara-gara itu, Abi mengamuk dan menceraikan istrinya yang telah memberikan tiga orang anak.

Bali menjadi saksi bisu perselingkuhan antara Umi dengan Huan. Bencana rumah tangga ini datang tanpa kompromi. “Itu di luar dugaan saya. Tidak disangka, ada laki-laki sejahat itu. Lebih kecewanya lagi, Umi kena rayuan Huan selama kami berlibur. Ini benar-benar menyakitkan,” kata Abi.

Pria yang ditugaskan untuk menjamin bulan madu pernikahan perak Abi, malah mencuri hati Umi. Menurut Abi, hal itu tak lepas dari karisma Huan yang memang menarik. “Huan memang menarik. Cara bicaranya itu bikin orang tertarik mendengarkannya, sampai-sampai istri saya tergoda,” terangnya.

Abi pun mantap melayangkan gugatan cerai talak ke pengadilan agama. Abi sampai menolak permohonan Umi agar gugatan cerainya ditarik. “Tidak hanya tentang perselingkuhannya, tapi ini tentang bagaimana Umi mengkhianati kepercayaan saya,” tegas Abi.

Abi menceritakan, perceraiannya bermula ketika Abi dan Umi merayakan hari ulang tahun ke-25 pernikahan mereka. Awalnya, Abi dan Umi merayakannya di rumah dengan meriah. Tiga anak dan dan cucu-cucu mereka berkumpul.

Sebagai hadiah, anak pertama mereka memberikan tiket berlibur ke Bali. Sebuah paket honeymoon selama tiga hari. “Anak saya berinisiatif memberikan hadiah liburan ke Bali. Kami ambil hadiah itu dan pergi berdua saja,” terang Abi.

Keberangkatan pria yang memiliki perusahaan di bidang pembibitan dan budi daya tanaman itu dengan Umi, diantar oleh anak-anaknya. Ketika mendarat di Bali, Abi dan Umi langsung disambut oleh Huan. “Pertemuan pertama kami dengan Huan itu di Bali. Dia menunggu kami di gerbang keluar (bandara-red), lalu mengantar kami ke hotel,” katanya.

Di sepanjang perjalanan, Huan menceritakan banyak hal tentang Bali. Ketika itu, Umi yang paling merespons. Umi memang tertarik dengan Bali. “Anak saya milih Bali karena ibunya memang bermimpi ingin bisa liburan ke Bali. Makanya, waktu Huan cerita tentang Bali, Umi mendengarkannya dengan antusias,” terangnya.

Di dalam perjalanan menuju hotel, Huan menawarkan diri untuk mengajak Abi dan Umi ke sejumlah titik wisata romantis. Dia bahkan menawarkan perjalanan ke beberapa tempat istimiwa di luar paket wisata yang diambil Abi dan Umi. “Tapi ada bayarannya lagi,” jelasnya.

Umi sangat tertarik, namun tidak bagi Abi. Dia ingin, bulan madunya berjalan sesuai rencana. “Saya ini orangnya terorganisir, tidak suka hal-hal yang spontanitas. Makanya, saya ingin ke tempat yang sesuai rencana saja,” terangnya.

Di sinilah awal permasalahannya. Umi membujuk Abi untuk mengizinkannya melihat tempat-tempat yang ditawarkan Huan. Rengekan Umi tak kuasa ditolak oleh Abi. “Waktu hari pertama sepulang dari jalan-jalan, Umi ingin melihat tempat yang diutarakan Huan. Karena dia terlihat ingin sekali, ya sudah, saya izinkan,” ujar Abi.

Selama tiga hari, Umi beberapa kali diajak ke sejumlah lokasi oleh Huan. Mereka hanya pergi berdua saja. Abi tidak curiga sedikitpun, karena Umi selalu berkomunikasi dengannya. “Saat mereka pergi, saya tiduran atau dipijit di hotel. Kami tetap berkomunikasi, makanya saya tidak curiga,” jelasnya.

2. Kepincut Pemandu Wisata

Sepulang dari Bali, Abi kembali beraktivitas seperti biasa. Dia memantau usaha pembibitan dan budi daya tanamannya di sejumlah wilayah, seperti Bogor dan Bandung.

Dan tanpa diketahui Abi, Umi ternyata terbang ke Bali untuk menemui Huan. “Saya memang jarang di rumah. Kadang dalam seminggu, saya pergi dua atau tiga hari, bahkan sering pula seminggu penuh (tidak pulang-red),” kata Abi.

Karenanya, Abi sering tidak bisa memantau kegiatan Umi yang punya usaha butik. Perselingkuhan Umi dengan Huan sampai terjalin selama beberapa bulan. “Mereka biasa berhubungan lewat telepon. Lalu, satu bulan sekali, Umi pergi ke Bali untuk menemui Huan,” ujarnya.

Di bulan ketiga, rahasia perselingkuhan mereka terungkap. Salah satu karyawan Umi lah yang menjadi pahlawan bagi Abi. Karyawan itu membocorkan cinta terlarang Umi dan Huan.

Abi yang panas hati lalu mulai menyelidiki kabar tak sedap itu, salah satunya lewat akun media sosial dan pesan singkat pada handphone (HP) Umi. “Umi tidak simpan foto di hape, tapi dia masukkan ke salah satu akun media sosialnya. Lalu, saya minta tolong anak buah yang ngerti internet. Dia lalu buka isi akun-akun medsos Umi,” terangnya.

Dari situlah, Abi melihat foto kemesraan Umi dan Huan. Abi juga membaca kalimat-kalimat mesra pada isi pesan singkat Umi dan selingkuhannya.

Bukti-bukti itu diperlihatkan kepada Umi. Wanita yang sudah tidak muda lagi itu meminta maaf. Umi mengaku khilaf. “Dia memang minta maaf, tapi saya tidak bisa memaafkannya. Sebab, khilaf dia berlangsung tiga bulan. Itu bukan khilaf, tapi enak,” tukas Abi.

Pengadilan agama tidak kesulitan memutuskan perkara ini lantaran bukti yang diberikan Abi kuat. “Prosesnya tidak telalu lama, hanya empat bulan. Ini pelajaran buat Umi. Jangan pernah sakiti hati orang yang sayang kepadanya, khususnya orang yang sudah menjadi suami sahnya,” ujar Abi. (RB/quy/don)