Kiai Diperiksa, Ratusan Santri Tahlil di Halaman Masjid Polda Banten

Ratusan santri menggelar tahlil
Ratusan santri menggelar tahlil

Serang – Ratusan santri dari beberapa pesantren di Baros, Kabupaten Serang mendatangi Markas Polda Banten di Jalan Syeh Nawawi al-Bantani, Curug,Kota Serang, Rabu (17/2/2016). Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moral kepada kiai mereka KH Nahrawi yang hari ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Mapolda Banten terkait kasus dugaan perusakan lahan Grup Mayora, PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) di Kecamatan Baros.

Pantauan di lokasi ada ratusan santri dan puluhan tokoh masyarakat duduk bersila di depan halaman Masjid Baiturrahman, Polda Banten. Jamaah mengumandangkan tahlil dengan suara gemuruh. Sementara personil Polda Banten terus melakukan pengawalan berjalannya tahlil. Sementara ini, aksi berjalan dengan suasana kondusif namun tetap dalam pengawalan ketat petugas.

Sebelumnya diberitakan, ulama asal Baros, KH Nahrawi hari ini dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Mapolda Banten atas kasus dugaan pengrusakan lahan Grup Mayora, PT. Tirta Fresindo Jaya (TFJ) di Kecamatan Baros. Pada pemeriksaan kali ini, warga bersama santri akan mengantar tokoh ulama tersebut dan menunggu proses pemeriksaan terhadap KH Nahrawi berlangsung, Rabu (17/2/2016).

“Kita akan datang dan mengantar beliau bersama para santri. Kita akan antar dari rumah KH Nahrawi dengan kawalan para santrinya. Kita juga akan solat berjamaan di masjid Polda Banten,” ujar salah satu warga, Oni kepada Radar Banten Online, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dikonfirmasi akan kegiatan hari ini, Kabid Humas Polda Banten AKBP Ermayadi mengaku telah mendapatkan informasi kedtangan para santri dan masyarakat Baros, Kabupaten Pandeglang. “Sudah ada. Ya ini kan mereka istigosah. Kita sambut. Kita ambil sisi positifnya, mendoakan kita semua, mendoakan Banten. Kita cari yang terbailk,” ujar Ermayadi.

Ditanya mengenai kelanjutan proses hukum atas dugaan kasus pengrusakan Ermayadi menegaskan pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan kasus tersebut. “Prosesnya tetap berjalan.” (Wahyudin)