Kinerja Aje Kendor Belum Terukur

SERANG – Pemkot Serang di bawah kepemimpinan Syafrudin-Subadri Ushuludin sebagai Walikota dan Wakil Walikota dinilai masih banyak seremonial. Program kerja pasangan dengan tagline Aje Kendor ini belum terukur capaiannya.

Sebagai pemimpin di Ibukota Banten, Syafrudin-Subadri semestinya bekerja lebih subtansi dengan berpedoman pada visi-misi yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Ini kan lebih banyak yang sifatnya seremonial dibanding kerja yang substantif,” kata Ketua Komisi II Pujiyanto di Gedung DPRD Kota Serang, Selasa (17/12).

Politikus muda NasDem ini menilai antara Walikota dan Wakil Walikota bersaing untuk sekadar pencitraan. Sementara, program prioritas yang menjadi janji politiknya belum ada capaian terukur.

Pujiyanto mencontohkan program penataan pedagang kaki lima, Pasar Induk Rau, kemacetan, banjir sampai penanganan kekumuhan di Kota Serang. Menurutnya, semua hanya dilakukan secara seremonial tanpa ada tindak lanjut yang jelas.

Kata Pujiyanto, sampai satu tahun kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota belum ada yang bisa terlihat perubahan yang signifikan. “Ini kan saling bersaing dalam pencitraan, akhirnya tidak bagus. Program-program prioritas beliau pasti banyak terbengkalai,” katanya.

Ketua Mejelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila ini juga menyinggung soal koordinasi yang tidak baik antara Walikota, Wakil Walikota, dan Sekretaris Daerah. Mereka terkesan jalan masing-masing. “Banyak kegiatan yang dilakukan oleh Wakil Walikota di lapangan tanpa melalui koordinasi dengan Walikota. Padahal, secara administrasi kegiatan Wakil Walikota harus sepengetahuan dan sudah mendapat disposisi dari Walikota,” ucapnya.

Secara administrasi, lanjut Pujiyanto, semestinya yang dilakukan Wakil Walikota dan Sekda atas perintah atau sepengetahuan Walikota. “Ini seorang Walikota saja tidak tahu kok, manuver apa?” cetus Pujiyanto.

Kata dia, idealnya kerja Walikota dan Wakil Walikota harus terkoordinasi. Kegiatan strategis yang menyangkut Pemkot harus dikomando Walikota. Sedangkan Wakil Walikota membantu saat Walikota berhalangan. “Jadi jangan ada bagi-bagi, ini OPD Walinya, ini OPD Wakil Walikota. Kan mereka itu satu paket sebagai pemimpin Kota Serang,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Walikota Serang Syafrudin membantah penilaian yang dilayangkan anggota Dewan. Meskipun ada beberapa kegiatan yang tanpa koordinasi, ia merasa tidak dilangkahi. Menurutnya, hal tersebut sebagai kreativitas Wakil Walikota karena menyangkut kepentingan publik. “Tidak (dilangkahi), saya justru senang punya Wakil kreatif. Kan kepentingannya untuk Kota Serang,” katanya.    

Kata Syafrudin, tidak hanya bagi Wakil Walikota, kreativitas juga berlaku bagi Sekda dan kepala OPD di lingkungan Pemkot Serang. Hanya saja, kebijakan tetap ada di tangan Walikota.

Pria yang mengawali karirnya sebagai guru di SD Puloampel 1982 ini juga mengaku tidak merasa tersaingi. Ia menampik bahwa kerja Walikota dan Wakil Walikota hanya seremonial. “Saya kira kalau punya anggapan seperti itu mungkin sepihak ya. Kalau kami melaksanakan tugas sesuai visi-misi kami, jadi bukan seremonial,” ujarnya.  

Kendati demikian, Syafrudin tidak mengelak masih ada kekurangan yang perlu dievaluasi dalam satu tahun kepemimpinannya. Dia menyebut, penataan PKL, kebersihan, dan infrastruktur.

Kata dia, akan terus berupaya mewujudkan visi-misinya bersama Subadri dalam melakukan percepatan pembangunan. “Kalau seremonial kan supaya dilihat oleh masyarakat saja, selanjutnya tidak. Kami tetap selanjutnya akan melaksanakan tugas itu,” ujar Syafrudin. (ken/air/ags)