Kinerja Kepala Sekolah Dapat Penilaian Khusus

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah didampingi Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya dan jajarannya meninjau sarana sanitasi di SDN Waringinkurung 2, Kecamatan Waringinkurung, Senin (3/12).

SERANG – Kinerja kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Serang akan dinilai secara khusus oleh Pemkab Serang. Penilaian untuk menentukan kelayakan posisi kepsek di sekolah tersebut.

Hal itu diungkapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada acara peresmian sanitasi sekolah di SDN Waringinkurung 2, Kecamatan Waringinkurung, Senin (3/12). Hadir Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya.

Tatu mengatakan, pihaknya akan memberikan penilaian terhadap kinerja kepsek. Penilaian harus dilakukan untuk mengukur kinerja kepsek di sekolah. Menurut Tatu, sebagai kepsek harus peduli terhadap perkembangan di sekolahnya. “Banyak hal yang dinilai, itu kewenangannya saya serahkan ke dinas (menyebut Dindikbud-red),” ungkapnya.

Terkait sanitasi sekolah, menurut Tatu, masih banyak sekolah yang harus memperbaki sarana sanitasinya. Dari jumlah 700 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Serang, diungkapkan Tatu, baru 40 persen yang sanitasinya dalam kondisi baik. “PR (pekerjaan rumah-red) kita masih banyak,” terangnya.

Persoalan sanitasi sekolah, ditegaskan Tatu, akan menjadi salah satu program prioritas Pemkab. Saat ini, pihaknya masih fokus pada program rehabilitasi ruang kelas. Dari 1.600 ruang kelas yang rusak dari ratusan sekolah di Kabupaten Serang, pihaknya tinggal menyelesaikan 700 ruang kelas. “Di sisa yang sedikit ini sambil kita melakukan perbaikan sanitasi. Setelah ruang kelas selesai, kita akan fokus sanitasi,” tegasnya.

Ibu tiga anak ini menilai, sanitasi sekolah penting agar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bisa diterapkan siswa. “Anak-anak akan terbiasa PHBS kalau sanitasi di sekolahnya baik. Meraka juga akan membawa kebiasaannya ke rumahnya masing-masing,” tandasnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menambahkan, banyak indikator untuk menilai kinerja kepsek yang sesuai standar penilaian kinerja. Menurutnya, jabatan kepsek sebagai manajer dan harus mampu menata kelola. “Kalau ternyata kinerjanya tidak ada peningkatan, buat apa dipertahankan,” tukasnya.

Pihaknya setiap tahun terus mengevaluasi terhadap kinerja kepsek. Hasil evaluasi akan menentukan nasib kepsek ke depan. Menurut Asep, dibutuhkan anggaran cukup besar untuk membangun sekolah, serta dibutuhkan sikap dan perhatian kepsek untuk bisa menjaga dan merawat sekolah. “Penilaian nanti akan menentukan, apakah bisa lanjut atau diistirahatkan saja, kita akan maksimalkan penilaiannya di 2019,” jelasnya.

Soal sanitasi, Asep mengaku, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sanitasi sekolah. Tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk 29 sekolah. “Kita baru berjalan dua tahun. Tahun 2019 juga kita alokasikan Rp3 miliar,” pungkasnya. (Rozak/RBG)