Kini Masyarakat Bisa Update Harga Pangan Melalui Gadget

SERANG – Memasuki triwulan II pada bulan Februari 2017, Provinsi Banten mengalami inflasi di kisaran 4,4-4,7 persen. Hal tersebut dikarenakan secara umum harga kebutuhan barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat Provinsi Banten mengalami kenaikan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, diketahui pada bulan Februari sebanyak 253 komoditas mengalami perubahan harga, yang terisi dari 172 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 81 komoditas mengalami penurunan harga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Budiharto Setyawan menyebutkan di triwulan II bulan Februari 2017 ini, pergerakan inflasi lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2017.

“Seluruh komponen diperkirakan mengalami inflasi khususnya administered price yakni listrik dan kenaikan BBM non subsidi. Begitu juga harga bahan pokok seperti cabai yang belum mengalami penurunan ditambah lagi harga bawang merah yang saat ini juga merangkak naik,” katanya saat konferensi pers Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Banten, Selasa (7/3).

Sementara itu, demi mempermudah masyarakat untuk mengetahui lonjakan harga kebutuhan pokok, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Pusat meluncurkan website hargapangan.id.

“Di website itu masyarakat bisa download di Appstore, dan bisa secara mudah melihat harga kebutuhan pokok yang akan otomatis bergerak jika mengalami penurunan dan kenaikan harga,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya aplikasi tersebut, masyarakat tidak lagi kekurangan informasi terhadap harga terbaru kebutuhan pokok. “Bisa diakses dimana saja, dan semua harga-harga yang terupdate itu terbaru,” ucapnya. (Wirda)