Kisah Pegawai BPBD: Jarang Pulang, Demi Tugas Kemanusiaan

0
543 views
BANTUAN: Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak menerima bantuan sembako dari siswa SMAN 3 Rangkasbitung, akhir pekan lalu.

Bencana banjir dan longsor yang merendam 17 kecamatan lebih di Lebak memberikan pengalaman menarik para relawan dan pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. Demi tugas kemanusiaan itu, mereka terpaksa jarang pulang karena harus melayani masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

—————————-

MASTUR – Rangkasbitung

—————————-

BENCANA banjir dan longsor yang terjadi pada Kamis (9/2) lalu mengakibatkan ribuan rumah dan areal persawahan terendam. Tidak hanya itu, sembilan jembatan dan lima sekolah dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang banjir. Para relawan dan staf BPBD Lebak yang telah siap siaga bergerak cepat memberikan bantuan tanggap darurat kepada para korban bencana alam di Kecamatan Leuwidamar, Cimarga, Sobang, Bojongmanik, Cirinten, Bayah, Banjarsari, Cihara, dan beberapa kecamatan lain.

Mereka pun berjibaku mengevakuasi korban banjir. Setelah banjir surut, para relawan tetap harus bekerja siang malam untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Mengingat, bantuan terhadap korban banjir terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari lembaga pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, mahasiswa, hingga lembaga pendidikan di wilayah Lebak dan Provinsi Banten.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Madlias mengatakan, para relawan dan staf BPBD Lebak komitmen untuk melayani masyarakat. Tugas yang diemban para relawan dan staf BPBD cukup berat. Apalagi jika melihat wilayah Lebak yang luas. Namun, karena panggilan kemanusiaan, para staf di BPBD bekerja siang dan malam untuk melayani masyarakat.
“Dua minggu ini, saya jarang pulang. Bahkan, hari libur pun saya tetap ngantor bersama rekan-rekan relawan,” kata Madlias kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Menurutnya, para pegawai BPBD Kabupaten Lebak sudah terbiasa melaksanakan tugas kemanusiaan. Mereka tidak pernah mengeluh dan selalu siap ketika dibutuhkan. Sekarang, waktunya para relawan bergerak untuk melayani masyarakat. Bahkan, Koordinator Bencana Alam Pemkab Lebak Budi Santoso dan Kepala Pelaksana BPBD Kaprawi siaga di kantor BPBD Lebak untuk memantau laporan dampak bencana dari kecamatan-kecamatan. “Saya bersyukur tim BPBD dan relawan solid dalam menghadapi bencana alam. Kapan pun dibutuhkan para relawan tangguh siap menjalankan tugas, termasuk siaga di kantor pada hari libur,” katanya.

Koordinator Bencana Alam Pemkab Lebak Budi Santoso mengatakan, sampai sekarang Pemkab Lebak belum menghitung jumlah kerugian material akibat bencana banjir dan longsor. Apalagi, masa tanggap darurat bencana sampai 22 Februari 2017. Karena, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Februari 2017. “Masa tanggap darurat kita tetapkan sampai 22 Februari,” ungkapnya.

Asda II Pemkab Lebak ini mengapresiasi kinerja pegawai BPBD dan relawan yang bekerja keras melayani masyarakat. Mereka memiliki komitmen dalam penanganan bencana alam. Bahkan, para relawan harus rela jauh dari keluarga demi panggilan tugas kemanusiaan. “Saya bersyukur, bantuan terhadap korban banjir di Lebak melimpah. Bantuan yang disalurkan melalui posko utama BPBD Lebak akan meringankan beban masyarakat yang kesulitan,” katanya. (*/Radar Banten)