Kisah Polisi di Tangerang Memodifikasi Motor Dinas Jadi Perpustakaan Keliling

0
353

Nama Bripka Wahyudin menyita perhatian warga Kabupaten Tangerang. Anggota Bhabinkamtibmas Polresta Tangerang ini dikenal suka blusukan ke desa-desa sambil membawa buku bacaan. Dirinya pun rela memodifikasi sepeda motornya menjadi perpustakaan keliling. Harapannya cuma satu, generasi bangsa harus melek bacaan bermutu.

TOGAR HARAHAP-TIGARAKSA

Bunyi deru sepeda motor berhenti di Madrasah Ibtidaiyah Al Husna, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti. Seorang pria tegap berbaju polisi turun dari sepeda motor tersebut. Tangannya melambai ke sekumpulan siswa yang duduk di bawah pepohonan. Kedatangannya bak disambut penjual es krim. Puluhan anak berlari menuju sepeda motor tersebut.

Sebuah boks modifikasi terpasang di sepeda motor abu-abu berstiker Bhabinkamtibmas tersebut. Dari dalamnya, Bripka Wahyudin mengeluarkan sejumlah buku bacaan. Ya, kedatangannya, bukan untuk menilang, melainkan membagikan buku-buku bacaan.

Para siswa antre dan memintanya buku pilihannya. Ada buku berisi cerita dan dongeng. Ada pula yang mencari buku pengetahuan. Wahyudin mengatakan, dengan motor perpustakaan keliling, ia blusukan dari sekolah ke sekolah di wilayah binaannya untuk mengajak anak-anak gemar membaca.

”Ini motor bahagia Bhabinkamtibmas. Maksudnya jemput bola untuk menumbuhkan minat baca di lingkungan sekolah dan warga,” ujarnya kepada Radar Banten, Senin (25/9).

Dikatakannya, inisiatif membuat motor literasi merupakan upaya kepolisian untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa. Wahyudin mengatakan motor literasi ini wujud atensi Kapolresta Tangerang AKBP HM Sabilul Alif. ”Ini telah menjadi atensi beliau (Kapolres-red) agar Bhabinkamtibmas juga memberikan kontribusi bagi kecerdasan dan minat baca generasi muda kita,” tambahnya.

Diakui Wahyudin, sumber buku yang ada di perpustakaannya saat ini datang dari beberapa pihak. Mulai dari kepolisian, sumbangan para rekan polisi dan pihak yang bersimpati terhadap kegiatan tersebut.

”Buku yang kami sediakan variatif dan untuk anak–anak. Jumlah buku di sana sekarang sudah ratusan,” ujarnya.

Dia menerangkan program Polisi Cinta Siswa, Pemuda, dan Edukasi (Pos Cisadane) salah satunya diwujudkan dengan motor perpustakaan keliling. Dengan Pos Cisadane, polisi ikut berperan dalam menjaga, melindungi, dan mengarahkan generasi muda ke arah yang lebih baik. Dia mengatakan animo siswa cukup tinggi. ”Animo membaca siswa di Cikande sangat tinggi,” terangnya.

Kepala SMP Al-Husna Mukhlis Fauzi mengapresiasi motor Bhabinkamtibmas yang difungsikan menjadi perpustakaan keliling. Dia beserta dewan guru berterima kasih kepada Polresta Tangerang atas program itu.

”Jujur saja saya speechless, tidak bisa banyak berkata. Saya salut dan tidak menyangka Polresta Tangerang memiliki program yang luar biasa,” kata Fauzi.

Senin (25/9) sekitar pukul 08.00 WIB, Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif memberikan penghargaan atas inisiatif Bripka Wahyudin. Penyerahan penghargaan ini disaksikan langsung sejumlah pimpinan.

”Sebagai pimpinan, apa yang bisa dirasakan saat anggota bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak? tentu haru, bangga, dan salut,” ujarnya.

Melihat foto-foto kegiatannya, katanya, mendambakan hal itu bisa dilakukan oleh setiap Bhabibkamtibmas. ”Bila sudah demikian, maka di desa-desa akan selalu ada polisi humanis yang mengajak membudayakan membaca. Sebab membaca adalah perintah Tuhan,” jelasnya.

Ditambahkannya, sebagai pimpinan pihaknya mengaku bangga dan hormat kepada Bripka Wahyudin. Kelak saat anak-anak yang diajak membaca meraih sukses, maka tidak akan pernah lupa jasa bhabinkamtibmas ini. ”Semoga ini bisa menjadi inspirasi kita semua untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,” tandasnya. (*)