Kisruh Panitia Mukota Kadin: Baru Menjabat Langsung Dipecat

Wakil Ketua Kadin Provinsi Banten Bidang Organisasi Agus Wisas (ketiga kiri) didampingi Ketua Panitia Mukota Kadin Cilegon Isbatullah (kedua kiri) beserta panitia lainnya menggelar jumpa pers di kantor Kadin Cilegon, Senin (11/11). Kadin Banten menegaskan kepanitiaan mukota di bawah Isbatullah tetap berlanjut.

CILEGON – Baru sekira empat hari Kadin Provinsi Banten mengambil alih Panitia Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Kota Cilegon. Namun, belum juga panitia yang baru berjalan, kemarin (11/11), Kadin Banten meralat SK yang baru empat hari diterbitkan.

Sebelumnya, Kadin Provinsi Banten melalui SK Nomor 033/KU/Kadin-Banten/XI/2019, tertanggal 7 November 2019 menunjuk Wakil Ketua Kadin Banten Bidang Organisasi Agus Wisas sebagai ketua OC dan Wakil Ketua Kadin Banten Bidang Tenaga Kerja dan Hubungan Industri Tatang Tarmizi sebagai sekretaris OC.

Namun, per hari kemarin, Tatang Tarmizi didepak sebagai sekretaris OC dan tiba-tiba diganti oleh Wakil Ketua Kadin Banten Bidang Pertambangan Syamsul Rizal.

Dalam keterangan pers, Agus Wisas enggan membeberkan alasan penggantian Tatang Tarmizi. Namun, menurutnya, langkah itu dilakukan agar panitia yang ditunjuk benar-benar netral.

“Kan kemarin Pak Isbat dianggap tidak netral sama yang demo. Kalau Kadin provinsi tidak berkepentingan pada pihak A atau B. Kami berkepentingan jalannya roda organisasi,” kilahnya.

Menurutnya, Kadin Banten hanya mengganti posisi ketua dan sekretaris OC. Sedangkan jajaran kepanitian lainnya masih dikendalikan Isbat cs sebagaimana yang ditetapkan dalam SK yang dikeluarkan oleh eks ketua Kadin Kota Cilegon Sahruji.

Kemudian, Agus menegaskan,  pihaknya tidak akan mengulang proses mukota, melainkan memperpanjang masa pendaftaran calon ketua Kadin Kota Cilegon dan peserta mukota hingga 14 November 2019 pukul 16.00 WIB. “Sedangkan pelaksanaan mukota diundur sampai tanggal 21 November 2019,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Tatang Tarmizi mengaku, pemecatannya sesaat sebelum Agus Wisas bersama Isbat cs menggelar jumpa pers di kantor Kadin Kota Cilegon. “Mendadak banget. Saya enggak tahu pertimbangannya apa,” ujar pria yang akrab disapa Itang itu, kemarin.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Itang mengaku, diberhentikan untuk mengakomodasi kepentingan semua pihak. Itang pun mempertanyakan pihak mana yang dimaksud.

“Tapi, sebagai anggota Kadin Banten saya menerima secara lapang dada keputusan ini,” ungkapnya.

Meski menerima keputusan tersebut, Itang mengingatkan Agus Wisas dan kawan-kawan agar keputusan tersebut tidak hanya formalitas. Artinya, ketua dan sekretaris OC yang baru harus melihat permasalahan sebenarnya.

“Kalau hanya melanjutkan kepanitiaan dan panitia yang baru tidak melakukan penelaahan dokumen, mending enggak usah diganti,” ujar Tatang.

Selain memverifikasi, Itang juga meminta panitia mendamaikan pihak-pihak yang berseberangan. “Setelah semuanya dinilai kondusif, barulah panitia melaksanakan mukota,” harapnya. (bam-ibm/ira)