Produk yang dijual di Kita Mart Mekarsari

TANGERANG – Minimarket menjadi andalan masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang untuk memasarkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa ini. Toko berkonsep ritel modern ini dinamai Kita Mart Mekarsari. Didirikan atas kerja sama antara Pemerintah Desa Mekarsari dengan masyarakat pada 31 Desember 2017.

”Di tengah-tengah masyarakat kami, ada beberapa UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan, lalu produksi makanan dan minuman. Alhamdulillah, Insya Allah, dengan adanya program dari desa untuk masyarakat, di sini sudah ada Kita Mart. Yang mana, Kita Mart itu hasil kolaborasi dari swadaya masyarakat dengan Pemerintah Desa Mekarsari,” beber Kepala Desa Mekarsari Fadlah.

        Kita Mart Mekarsari didirikan atas dasar semangat ekonomi kerakyatan. Untuk itulah, Fadlah ingin, Kita Mart Mekarsari menjadi penggerak perekonomian masyarakatnya. Ini pun sesuai dengan motto Pemerintah Desa Mekarsari. Yakni, lebih maju, masyarakat aman, nyaman, tertib, makmur, dan sentosa. ”Jadi, itu (Kita Mart Mekarsari-red) didirikan dari uang masyarakat yang menanam saham. Dari mulai Rp100 ribu sampai seterusnya,” lanjutnya.

        Kerja sama yang solid antara Pemerintah Desa Mekarsari dengan masyarakat, harap Fadlah, Kita Mart Mekarsari bisa bersaing dengan ritel-ritel moden yang lebih dulu ada. ”Jadi, kita bisa bersaing dengan si Merah dan si Biru (menyebut dua ritel waralaba yang hampir ada di semua daerah-red). Dan, kemarin, barusan saya diundang untuk pembagian SHU (sisa hasil usaha-red). Alhamdulillah, masyarakat juga sangat respons dengan adanya Kita Mart ini. Untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat,” papar Fadlah. 

        Ketua I Kita Mart Mekarsari, Asep Slamat, mengakui bahwa dorongan Kepala Desa Mekarsari tak hanya bisa mewujudkan pendirian Kita Mart Mekarsari. Dorongan Fadlah juga dapat membuat bisnis minimarket ini berjalan dengan baik. ”Dari awal, Ibu Kades (menyebut Fadlah-red) sudah mendorong dan membimbing kami agar Kita Mart berjalan lancar,” tutur Asep kepada Radar Banten di Kita Mart Mekarsari.

        Cerita Asep, pendirian Kita Mart Mekarsari yang baru beranjak tahun kedua, berawal dari pemikiran agar masyarakat Desa Mekarsari, terutama pelaku UMKM, dapat menjajakan produknya di toko ritel modern. ”Kalau di si Merah dan si Biru, kan masyarakat tidak bisa menaruh produknya di toko itu. Semua barang jualan berasal dari mereka. Kalau Kita Mart ini, malah kita kasih space yang besar untuk menampung berbagai produk masyarakat, baik makanan, minuman, maupun pakaian,” jelasnya.

        Kepala Kita Mart Mekarsari, Irfan Anas, membenarkan jika di toko yang ia kelola, menyediakan berbagai makanan dan minuman hasil produksi warga Desa Mekarsari. Antara lain, camilan kacang mete, kacang tanah, dan kacang almond. ”Harganya Rp10 ribu sampai Rp35 ribu (harga camilan kacang mete, kacang tanah, dan kacang almond-red). Ada juga camilan buah nanas, apel, nangka. Juga ada produk gula gunung madu. Itu dari UMKM di Mekarsari juga. Ada beras, produk jahe merah saset, aneka deterjen, dan pakaian,” urai Irfan.

        Kita Mart Mekarsari, lanjut Irfan, mampu berkembang cukup pesat. ”Dari hasil usaha kami, Kita Mart sudah memberikan bantuan ke 500 anak yatim, dan banyak pencapaian lainnya,” pungkasnya.

        Desa Mekarsari memiliki penduduk 31.844 jiwa. Desa ini berbatasan dengan Desa Rajegmulya di sebelah Utara, lalu Desa Sukasari di sebelah Timur dan Desa Sukamanah di sebelah Barat. Kemudian, Desa Sindangsari, Kecamatan Pasarkemis, di sebelah Selatan. (pem/rb/sub)