Klaim BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 849 M

Akhir 2017 RSTC Bertambah Dua Kali Lipat

0
796 views
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Sigit Wardojo usai menggelar Sosialisasi dan Pembahasan Draf MoU BPJS Ketenagakerjaan, Dinkes Banten, dan Asosiasi Dinkes Banten tentang Pelaksanaan Pelayanan Pengobatan dan Perawatan Jaminan Kecelakaan Kerja di Hotel Le Dian, Selasa (25/7).

SERANG – Pertengahan 2017, realisasi pembayaran klaim yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Banten hingga akhir Juni mencapai Rp 849 miliar. Realisasi tersebut dikeluarkan untuk program jaminan kecelakaan kerja (JKK) 7.445 kasus, jaminan kematian (JK) 608 kasus, jaminan hari tua (JHT) 73.789 kasus, dan jaminan pensiun (JP) 786 kasus.

Kepala Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Mulyana mengatakan, peran jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu menjamin kemandirian bila terjadi risiko sosial dalam hal terjadinya kehilangan atau berkurangnya pendapatan. “Untuk klaim sebagian besar keluar pada JHT (jaminan hari tua-red),” ujar Mulyana kepada wartawan usai menggelar Sosialisasi dan Pembahasan Draft MoU BPJS Ketenagakerjaan, Dinkes Banten dan Asosiasi Dinkes Banten tentang Pelaksanaan Pelayanan Pengobatan dan Perawatan Jaminan Kecelakaan Kerja di Hotel Le Dian, Selasa (25/7).

Mulyana mengungkapkan, pada periode yang sama pada program return two work (RTW) jumlah kasus ada 34, dengan status kembali kerja 26 kasus, dan masih perawatan delapan kasus. Sedangkan untuk rumah sakit trauma center (RSTC) sampai saat ini mencapai 163 kasus. “Kita harus memperluas jaringan, melakukan pembuka awal dan dilanjutkan penandatanganan MoU dengan Dinkes,” terangnya.

Mulyana mengungkapkan, pihaknya menargetkan ada penambahan dua kali lipat RSTC atau 100 persen dari total jumlah yang sudah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. “Saat ini memang sebagian besar rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi rumah sakit milik swasta. Baru RSUD Dradjat Prawiranegara (Pemkab Serang-red) yang bekerja sama dengan kami,” katanya.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Sigit Wardojo meyakini jika dalam kerja sama ini akan lebih detail antara hak dan kewajiban dan menguntungkan semua pihak. “Kaitannya dengan ada kecelakaan atau sakit akibat kerja, sebenarnya sudah berjalan, tapi kami ingin memperbaiki kembali,” katanya.

Sejauh ini, kata Sigit, barangkali masih ada yang hilang atau ketidaktahuan pekerja, karena memang pihaknya masih menemukan pekerja yang mengalami kecelakaan masih menggunakan BPJS Kesehatan dan layanan Pemda. “Ke depan kami berharap terus mengalami peningkatkan pelayanan,” katanya.

Disinggung mengenai masih minimnya RS milik pemerintah yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Sigit mengakui, saat ini yang sudah bekerjasama baru RS Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang. “Ke depan RS pemerintah kami dorong untuk bekerja sama. Nanti begitu ada MoU maka temen-temen di tingkat operasional nanti akan menindaklanjuti,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)