Klaster Keluarga di Ibukota, 1.449 Warga Kota Serang Terpapar

0
1710
ZONA MERAH: Petugas memberhentikan pengendara yang tidak menggunakan masker, di jalan Veteran, Kota Serang, Senin (25/1). Sejak Senin (25/1) Kota Serang menjadi zona merah Covid-19. QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – Jumlah warga Kota serang yang terpapar Covid-19 terus bertambah. Bahkan jumlah pasien yang di rawat masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pasien yang berhasil sembuh.

Berdasarkan data Dinkes Banten, hingga Rabu (27/1) jumlah kasus Covid-19 mencapai 26.508 orang, dengan rincian pasien yang masih dirawat 3.964 orang, sembuh 21.778 orang, dan meninggal dunia 766 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, dari 26.508 kasus covid di Banten, 1.449 kasus terjadi di Kota Serang selaku ibukota Provinsi Banten. Mayoritas kasus Covid didominasi Klaster keluarga. “Bahkan di Kota Serang, jumlah pasien yang di rawat jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pasien yang sembuh,” kata Ati kepada wartawan, kemarin.

Ia melanjutkan, lonjakan kasus baru penyebaran Covid-19 di Kota Serang membuat ibukota provinsi masuk zona merah Covid-19 sejak 25 Januari 2021. “Berdasarkan hasil penilaian para pakar epidemiologi, Kota Serang menjadi daerah beresiko tinggi penyebaran Covid-19 di Banten, sama seperti Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon,” katanya.

Dari empat kabupaten/kota yang masuk zona merah Covid-19 di Banten, jumlah pasien terbanyak yang masih dirawat berada di Kota Serang, yaitu sebanyak 733 orang. Sementara di Tangsel yang masih dirawat hanya 614 orang, disusul Kabupaten Tangerang 424 orang, dan Kota Cilegon 234 orang.

“Di Kota Serang pasien yang sembuh sebanyak 680 orang, dan 36 meninggal dunia,” tuturnya.

     Secara umum,  jumlah warga yang terpapar covid paling banyak masih di Kabupaten Tangerang lebih dari enam ribu kasus, disusul Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

“Tapi jumlah pasien yang dirawat lebih banyak dari pasien yang sembuh hanya di Kota Serang dan Kabupaten Lebak,” urai Ati.

Ia melanjutkan, mayoritas kasus Covid-19 di Provinsi Banten merupakan klaster keluarga, klaster industri dan klaster hajatan.

Masih tingginya jumlah pasien yang dirawat, kata Ati, membuat rumah sakit rujukan covid-19 di Banten mayoritas sudah penuh.

“Dengan 3.964 pasien covid yang masih dirawat, daya tampung rumah sakit rujukan covid-19 hampir 100 persen,” ungkapnya.

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Banten, Ati mengimbau semua warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sambil menunggu program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum.

“Vaksin covid untuk masyarakat direncanakan mulai April 2021 mendatang atau paling cepat bulan depan setelah semua nakes divaksin,” tegasnya.

Ia berharap, kabupaten/kota tetap berkoordinasi dengan provinsi dalam upaya menekan penyebaran kasus covid di Banten. Sebab Gubernur Banten telah memperpanjang PSBB di delapan kabupaten/kota.

“Insya Allah akhir bulan ini Provinsi Banten memiliki  Perda Penanganan Covid-19, sehingga penanggulangan di kabupaten/kota harus sesuai dengan Perda,” pungkasnya.

RUMAH SAKIT RUJUKAN PENUH

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengakui bila rumah sakit rujukan covid di Banten sudah penuh, akibat terjadinya lonjakan kasus baru setiap harinya. Ia pun mengajak semua elemen masyarakat termasuk tokoh agama untuk mengajak masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Rumah sakit sudah penuh, masyarakat harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” katanya.

Pemprov, kata Wahidin, tengah menggodok rencana penambahan fasilitas kesehatan untuk menampung pasien Covid-19, bila kasus baru terus meningkat. Namun ia berharap agar kasus covid terus menurun seiring dimulainya program vaksinasi.

“Ada beberapa rencana yang telah kita siapkan, termasuk menyiapkan tempat di KP3B,” ungkapnya. (den/air)