Klaster Pilkada Sumbang Peningkatan Kasus Covid-19

0
1.822 views

SERANG – Sejak Senin (14/12), Kabupaten Serang kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Klaster Pilkada menjadi salah satu penyebab meningkatnya resiko penyebaran Covid-19 di daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, adanya penambahan zona merah di Banten yaitu Kabupaten Serang dikarenakan munculnya klaster Pilkada. “Ini dampak dari dominasi kasus positif dari kluster pilkada,” ujar Ati melalui  whatsapp messenger, Senin (14/12).

Seperti diketahui, empat daerah di Banten menyenggarakan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember lalu. Keempatnya adalah Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon.

Dari empat daerah itu, dua di antaranya berada di zona merah yaitu Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan. Sedangkan dua lainnya berada di zona orange yakni Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

Namun, selain Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang juga berada di zona merah. Sedangkan tiga daerah lainnya yakni Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang berada di zona orange.

Kata Ati, klaster itu juga tidak hanya muncul pada proses pemungutan suara. Tetapi, hal itu terjadi selama tahapan Pilkada. “Pilkada kan ada prosesnya, bukan hanya waktu pencoblosan saja,” ungkapnya.

Pada Senin (14/12), terjadi peningkatan kasus konfirmasi sebanyak 182 kasus. Dengan begitu jumlah kasus konfirmasi se Banten sebanyak 15.601 kasus dengan rincian 2.245 masih dirawat, 12.893 sembuh, dan 463 meninggal. Sedangkan Selasa (15/12) kemarin, terjadi penambahan kasus konfirmasi sebanyak 201 kasus. “Totalnya ada 15.802 kasus konfirmasi, 2.285 dirawat, 13.047 sembuh, dan 470 meninggal,” urainya.

Dinkes Provinsi Banten juga merilis tingkat resiko penyebaran Covid-19 di Banten. Tiga daerah memiliki resiko tinggi dan menjadi zona merah dan satu daerah lainnya mendekati status yang sama.

Ati mengatakan, pihaknya secara berkala melakukan evaluasi tingkat resiko penyebaran Covid-19. Tingkat resiko tertinggi berada di Kota Tangerang Selatan dengan skor 1,49. Kemudian disusul Kabupaten Serang 1,59 dan Kota Tangerang 1,78 yang juga memiliki resiko tinggi.

Sedangkan lima daerah lainnya resiko sedang yakni Kota Cilegon 1,87, Kabupaten Tangerang 1,92, Kabupaten Pandeglang 1,92, Kota Serang 2, serta Kabupaten Lebak 2,13.

Ia menjelaskan, penilaian itu digunakan dalam penetapan status zona. Rinciannya, zona merah dengan nilai 0 – 1,8, zona oranye 1,9 – 2,4, zona kuning 2,5 – 3 dan hijau dengan tidak ada kasus.

Kata dia, penilaian itu berdasarkan hasil tim pakar epidemiologi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (nna/air)