Klinik Jannah 1 Buktikan Kemudahan yang Diberikan Melalui Aplikasi Mobile JKN

SERANG – Klinik Jannah 1 yang berlokasi di Kebon Jahe Kota Serang tampak dipenuhi oleh sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan, saat awak media dan staf dari BPJS Kesehatan Serang tiba di klinik yang tidak jauh dari persimpangan trafic light Kebon Jahe tersebut.

Di bagian pojok kanan ada sebuah kotak mesin hampir setinggi pundak orang dewasa. Saat itu, ada sekitar dua orang yang berdiri antre untuk mengambil nomor antrean.

Ya, alat itu merupakan mesin untuk mengatur antrean para peserta JKN yang akan berobat atau sekadar periksa kehamilan secara manual dengan cara menekan tombol yang tersedia.

Dulu sebelum ada aplikasi Mobile JKN, antrean peserta JKN-KIS yang akan berobat selalu panjang. Berdesakan dengan peserta lain yang telah memiliki nomor antrean untuk kemudian dipanggil oleh petugas klinik.

Wajar saja, karena dalam satu hari peserta JKN-KIS yang datang ke klinik yang sudah memiliki dua cabang tersebut bisa mencapai 300 peserta. Hal tersebut diluar dari pasien yang non JKN-KIS. Total peserta JKN-KIS yang terdaftar di klinik tersebut sendiri mencapai 37 ribu peserta.

“Sangat banyak perbedaannya pak setelah ada aplikasi ini,” ujar Staf Operasional Klinik Jannah 1 Miranti Apriliani, Senin (26/3).

Segala kemudahan dari aplikasi tersebut menurut Miranti tidak hanya dirasakan oleh BPJS Kesehatan saja, masyarakat sebagai peserta JKN-KIS pun akan banyak menerima manfaat dari aplikasi tersebut.

Misalnya, masyarakat tidak harus mengambil nomor antrean saat tiba di klinik, namun sebelum tiba di Klinik peserta JKN-KIS sudah bisa mengambil nomor antrean.

Kemudian, dengan dilihat dari nomor antrean, peserta bisa mengetahui seberapa banyak peserta JKN-KIS yang berobat pada saat ini sehingga bisa mengatur kedatangan.

Kemudahan dari aplikasi itu tidak hanya sekadar di nomor antrean saja, namun juga peserta bisa melakukan sejumlah hal, misalnya melihat jumlah tunggakan iuran, bisa pindah fasilitas kesehatan (Faskes) dan ubah data peserta tanpa harus datang ke Kantor BPJS Kesehatan terdekat serta melakukan skrining riwayat kesehatan cukup melalui genggaman saja.

“Bisa cek nomor BPJS kesehatan keluarganya,” ujarnya

Sudah tiga bulan Klinik Jannah 1 menerapkan aplikasi tersebut. Dan alat yang tersedia baru hanya di klinik tersebut saja, sedangkan dua cabang lainnya belum bisa.

Sebagai sesuatu yang baru, pasti ada sejumlah orang yang belum paham hal tersebut, termasuk aplikasi Mobile JKN sehingga masih ada masyarakat yang belum paham sistem ini.

“Di sini yang saya lihat, pasiennya itu kesulitan mengambil nomor antrean karena harus nge-barcode, kalau yang manual kan tinggal menekan tombol, setiap hari ada. Kita panggil tiga kali gak datang, cancel,” paparnya.

Karena itu, Klinik Jannah terus menyosialisasikan penggunaan Mobile JKN itu kepada masyarakat.

Sementara itu, salah satu pengguna Mobile JKN, Ade Faturahman menjelaskan, aplikasi ini sangat berguna bagi masyarakat, khususnya yang bermukim jauh dari perkotaan.

“Mudah, segalanya menjadi lebih mudah dengan Mobile JKN,” kata Ade.

Ade mengaku sudah mengetahui jumlah antrean sebelum dirinya tiba di klinik tersebut. Selain itu banyak informasi yang dibutuhkan serta layanan yang bisa dilakukan menggunakan aplikasi tersebut.

“Bagus kata saya mah, masyarakat yang lain buruan install, gak bakal nyesel,” tutupnya. (ADVERTORIAL/BPJS KESEHATAN)