Atlet tarung derajat remaja Banten berlatih untuk menghadapi PON Remaja II Jawa Tengah 2017. ​

SERANG – Cabang olahraga (cabor) tarung derajat merupakan salah satu cabor yang akan dipertandingkan pada PON Remaja II Jawa Tengah 2017. Sebagai persiapan, pengurus provinsi (Pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Banten akan menggelar kejuaraan daerah (kejurda) sebagai wadah seleksi atlet di GOR Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (20/11).

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov Kodrat Banten Hendra Permana mengatakan, sejauh ini Pengurus Besar (PB) Kodrat belum mengeluarkan keputusan terkait kriteria atlet yang berhak berlaga di PON Remaja II.

“Belum ada kejelasan apakah akan digelar Pra-PON atau tidak. Tapi kami kan tidak bisa menunggu (keputusan PB-red). Kami berinisiatif untuk menggelar kejurda sebagai wadah seleksi atlet remaja,” kata Hendra kepada Radar Banten, Jumat (18/11) sore.

Ia menambahkan, masing-masing pengurus cabang (pengcab) delapan kabupaten kota hanya boleh mengutuskan delapan atlet sesuai dengan kelas yang akan dipertandingkan pada PON Remaja II. “PB sudah menetapkan delapan kelas yang akan dipertandingkan di PON nanti. Ya, kita ngikutin kelas yang telah ditetapkan untuk dipertandingkan di kejurda nanti,” imbuhnya.

Bila melihat kualitas atlet remaja yang dimiliki Banten saat ini, ia optimistis di PON Remaja nanti petarung Banten bisa bersaing. “Kita punya banyak potensi, tapi perlu digali terus. Pembinaan juga jangan sampai terputus serta memperbanyak jam terbang. Secara kualitas cukup mumpuni, hanya perlu pematangan mental,” tegas Hendra.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Kodrat Banten Agus Suryana menyatakan, seleksi yang dilakukan melalui kejurda untuk mengantisipasi bila mana PB menetapkan jadwal Pra-PON. “Isu-isu yang berkembang di pusat bahwa akan dilakukan Pra-PON sekira Februari 2017. Nah, kita mesti mempersiapkan atlet sedini mungkin. Seandainya Pra-PON tidak digelar dan masing-masing provinsi diberi kuota atlet, kita tidak kerepotan lagi karena atletnya sudah disiapkan dari sekarang,” ucapnya.

Usai dilakukan seleksi, Pengprov tinggal menunggu instruksi KONI Banten untuk jadwal pemusatan pelatihan daerah (pelatda). “Yang penting siapkan dulu atletnya. Sambil menunggu instruksi KONI Banten, sementara atlet tetap berlatih di pengcab masing-masing,” tandas Agus. (Andre AP)