Kolam Renang Bakal Potensi Usaha Desa Tegalangus

Warga Kampung Sukajaya berbincang dengan Kepala Desa Tegalangus Muhamad Jabal Nur (kiri) di rumah Kepala Desa Tegalangus, Senin (25/3).

TANGERANG – Kolam renang menjadi rencana pembangunan Desa Tegalangus, Kecamatan Teluknaga. Pemerintah Desa Tegalangus bakal memulainya tahun ini. Pemerintah desa akan menjadikannya sebagai salah satu aset desa.

Kepala Dusun 02 Tegalangus Ayub mengatakan, rencana pembangunan kolam renang ini sudah dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tegalangus 2019. ”Kolam renang ini rencananya akan dibangun di lahan sekitar satu hektare dan akan dijadikan potensi usaha desa,” katanya saat ditemui Tim Saba Desa Radar Banten di rumah Kepala Desa Tegalangus Muhamad Jabal Nur, di Kampung Sukajaya, Desa Tegalangus, Senin (25/3).

Kolam renang dipilih karena keinginan Pemerintah Desa Tegalangus dan masyarakat untuk menjadikannya sebagai ikon wisata di Desa Tegalangus. Pertimbangannya, desa ini merupakan penyangga pariwisata di Kecamatan Teluknaga dan berdekatan dengan Pantai Tanjungpasir.

”Jaraknya hanya sekitar tiga kilometer (Desa Tegalangus dengan Pantai Tanjungpasir-red). Biasanya, di momen tertentu, seperti musim libur Lebaran dan Tahun Baru, pantai pasti penuh. Nah, kalau ada kolam renang, bisa jadi pilihan wisata warga yang bosan ke pantai,” jelas Ayub.

Tidak hanya menjadi destinasi wisata alternatif, jika kolam renang terbangun, bisa membuka peluang usaha untuk warga desa untuk berdagang. Dengan begitu, membantu menambah sumber penghasilan warga dan meningkatkan perekonomiannya.

”Jadi, pembangunan tersebut tidak hanya menguntungkan bagi desa, tetapi juga bagi warganya. Pada dasarnya, semua pembangunan yang kami lakukan untuk kemaslahatan warga,” tutur Ayub.

Sementara, Kepala  Desa Tegalangus Muhamad Jabal Nur menyatakan, bahwa rencana pembangunan kolam renang masih tahap pematangan dan perhitungan kebutuhan anggarannya. Sebab, pemerintah desa membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

”Anggarannya belum dapat dipastikan. Pembangunan ini pilihan saja. Kalau memang ada pembangunan yang lebih prioritas untuk warga, ya didahulukan untuk warga dulu. Sehingga, dana yang ada akan berdampak dan bisa dinikmati langsung masyarakat. Misalnya, untuk program bedah rumah warga dan lainnya. Tetapi, soal renacana kolam renang memang benar,” terang Jabal Nur yang menjabat Kepala Desa Tegalangus periode 2013-2019.

Ayah tiga anak itu menerangkan, untuk pembangunan infrastruktur di desa yang ia pimpin, sudah mencapai sekitar 80 persen. Terutama untuk pembangunan jalan, semua sudah merata dengan betonisasi.

”Hampir semua jalan kampung di desa ini sudah beton. Tadinya paving block, kami ganti beton. Tadinya yang sempit, diperlebar demi kebaikan warga,” terangnya.

Program pemberdayaan masyarakat juga turut dilakukan oleh Pemerintah Desa Tegalangus. Seperti program pemberdayaan budi daya ikan lele, sablon, dan lainnya. ”Saat ini, kami juga sedang memesan mesin pengolahan limbah untuk mengatasi pencemaran udara dan lingkungan yang dilakukan oleh warga. Karena di desa ini, ada satu kampung yang warganya rata-rata pengusaha limbah komponen industri. Yakni, di Kampung Sukatani. Mereka membakar limbah kadang sore dan malam, dan banyak warga lain yang terganggu. Untuk menangani itu, kami datangkan peneliti dari Institut Teknologi Bandung untuk buatkan mesin yang bisa menjadi solusi masalah tersebut,” tutup Jabal Nur. (pem/rb/sub)