Koleksi Barang Klenik, Jarwo Sering Kelojotan

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Seperti Kesurupan

Sore itu, Dinda (48) sedang memerhatikan Jarwo (50), suaminya, dari jauh. Ia melihat gelagat sang suami yang semakin hari semakin aneh. Jarwo yang merupakan nama samaran ini, terlihat sedang berbicara sendiri di pekarangan rumah. Terkadang kepalanya angguk-angguk dengan keras seperti tengah kesurupan. Kenapa Jarwo ini ya?

Dinda yang juga bukan nama sebenarnya, semakin sedih. Psikologis Jarwo selama lima tahun terakhir terlihat semakin terganggu. Tidak hanya Dinda, namun kedua anaknya yang kini beranjak dewasa juga khawatir. Terlebih Jarwo jadi sangat mudah kaget, dan setiap kaget dia kelojotan seperti orang kena setrum. “Biasanya orang kagetan itu kan latah, mengulang-ulang kata. Nah kalau dia kejer, kelojotan, kan jadi sedih melihatnya,” tuturnya.

Dinda menyalahkan aktivitas Jarwo yang telah ia tekuni selama lima tahun terakhir. Aktivitas yang dimaksud adalah mengoleksi barang-barang klenik yang diyakini bertuah. “Ini semua gara-gara Mas Jarwo koleksi barang-barang aneh. Sejak itu dia mulai seperti itu, kelojotan, ngomong sendiri, pokoknya tidak seperti suami yang parnah saya kenal,” jelasnya.

Menurut Dinda, ketertarikan Jarwo dengan barang klenik bermula ketika ia berkenalan dengan seseorang yang berasal dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Temannya itu memberikan sebuah boneka kecil berbalut kain batik berwarna cokelat tua. “Awalnya dia dikasih barang aneh, seperti boneka tapi dibalut batik. Boneka itu dia simpan di lemari, katanya bisa membawa rejeki,” terangnya.

Jarwo meyakini boneka itu bertuah dan mampu membawa rejeki berlimpah. Kenapa disimpan di lemari? Agar aura dari dalam boneka bisa menempel pada setiap pakaian yang ia kenakan. Hanya saja, Jarwo memiliki kewajiban untuk mempelihara barang klenik itu. Selain puasa putih, ia perlu membaca mantra di depan lemari sambil membakar kemenyan.

“Dia selalu ingin sendirian di dalam kamar jika akan melakukan ritual. Setelah ritual saya jadi enggak bisa tidur, sebab kamar jadi bau kemenyan,” ujarnya.

Namun entah bagaimana, Jarwo mengalami perubahan pesat usai menerima klenik itu. Ia jadi disukai atasan dan sering mendapatkan pekerjaan tambahan. Kariernya pun melonjak cepat. Begitu pula gaji yang sebelumnya hanya pas-pasan.

Melihat ada efek yang terlihat, Jarwo jadi percaya dengan barang-barang klenik. Ia membeli beberapa topeng seram, topeng itu ia pasang di tembok rumah. Selain itu, sejumlah keris yang diyakini sakti juga ia beli. Serta beberapa tongkat dengan ujungnya diukir wajah perempuan menyeramkan.

Tidak hanya membeli, Jarwo juga semakin sibuk mengurus barang-barang koleksinya. Sebab, setiap barang pusaka yang dia beli harus mendapat perlakuan khusus. Gara-gara itu, Jarwo sering meminta sendirian untuk melakukan ritual. Dia pun sering berpuasa dan mengonsumsi makanan-makanan tidak lazim. “Saya tidak pernah mau tanya tentang makanan apa saja yang dia makan setiap kali ritual. Sebab lihatnya saja saya sudah eneg,” aku Dinda.

Selain itu, Jarwo juga sering bepergian dengan temannya itu untuk bersemedi di sejumlah tempat. Seringnya itu terjadi di akhir pekan atau hari liburan. “Setiap liburan, dia tidak dengan keluarga. Tapi menyendiri dengan teman mistiknya itu,” jelasnya.

2. Berhenti dari Pekerjaan

Hal yang membuat kaget, Jarwo pada pertengahan 2013 memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mengaku mendapatkan wangsit agar berhenti kerja, padahal saat itu karier dia sedang bagus-bagusnya. “Waktu itu dia bilang dapat wangsit untuk usaha. Karenanya dia keluar kerja,” terangnya.

Mengingat tabungan di bank mencukupi, Dinda menuruti rencana besar suaminya itu. Mulailah Jarwo membuka usaha pakaian di Serang. Hasilnya, usaha dia memang lumayan sukses. Dalam kurun waktu dua tahun, Jarwo berhasil membuka sebuah toko di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Namun kesuksesan Jarwo dibayar mahal dengan perubahan psikologisnya. Seperti yang telah dijelaskan, Jarwo jadi mudah kelojotan setiap kali kaget. Jarwo pun mengaku sering mendengarkan bisikan gaib. Setiap mendapatkan bisikan, Jarwo wajib menjawabnya.

Inilah yang membuat Jarwo terlihat aneh di mata keluarga. Seiring waktu, Dinda jadi malu dengan tingkah-tingkah Jarwo yang semakin aneh. “Dia itu tidak gila, tapi sering berkelakuan aneh. Itu yang sulit saya terima, juga anak-anak,” jelasnya.

Sanak saudara Dinda juga mulai khawatir, mereka menasihati agar Dinda menyuruh suaminya berhenti bermain dengan klenik. “Mau berhasil atau tidak, itu kan dilarang agama. Lagi pula saya dengar ada hal-hal mengerikan bisa terjadi jika klenik itu tidak dipelihara lagi. Makanya saya jadi ketakutan,” tuturnya.

Setelah menimbang banyak hal, Dinda akhirnya memutuskan untuk say goodbye dengan Jarwo. Ia menilai berumah tangga dengan Jarwo sudah tidak sehat, apalagi kebiasaan Jarwo dengan hal-hal tidak bisa ditinggalkan. “Kata Mas Jarwo, dia sudah kepalang masuk dunia gaibnya itu. Karena saya lihat tidak ada jalan untuk berubah, saya gugat cerai Mas Jarwo,” terangnya.

Proses gugatan cerai berjalan cepat, sebab Dinda dan Jarwo sebelumnya telah menjalin kesepakat. Mereka berpisah baik-baik, tidak ada perseteruan dalam proses perpisahan mereka. “Awalnya baik, akhirnya juga harus baik. Saya akan jalin terus komunikasi dengan Mas Jarwo. Bagaimana pun juga, dia ayah dari anak-anak saya,” tuturnya. (RB/quy/zee)