Kolektor Video Bugil ABG Ditangkap

0
1.208 views
Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin (dua dari kiri) mengakat barang bukti (barbuk) kasus pornografi saat ekspos di Mapolda Banten, Rabu (26/8)

SERANG – RK (22) kolektor video bugil anak baru gede (ABG) ditangkap petugas Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten, Rabu (19/8) malam. Mahasiswa asal Lampung tersebut ditangkap usai menyebarkan video bugil JL (15) seorang pelajar SMP di Baros, Kabupaten Serang.

“Tersangka kita lakukan penangkapan pada Rabu (19/8) di Sinar Banten Sidosari, Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Nunung Syaifuddin kepada wartawan, Rabu (26/8).

Nunung menjelaskan pengungkapan kasus tindak pidana pornografi terhadap anak tersebut bermula dari laporan korban pada Jumat (14/8). Korban membuat laporan ke Polda Banten usai mendapat informasi video bugil dan fotonya menyebar di media sosial (medsos) Facebook pada Kamis (30/7). “Yang menginformasikannya video tanpa busana tersebut menyebar adalah teman sekolahnya,” kata Nunung.

Sebelum mengirim video bugil dan foto bugil tersebut korban mengaku menjalin hubungan pertemanan dengan tersangka melalui medsos Facebook dan WhatsApp. Awalnya, tersangka terlebih dahulu mengirim permintaan pertemanan melalui Facebook dengan menggunakan akun palsu berinisial D pada Juni 2020.

Korban yang melihat foto profil tersangka menggunakan foto perempuan remaja lantas menerima pertemanan tersebut. Usai pertemanan diterima, tersangka mengirim pesan melalui aplikasi mesengger Facebook. Komunikasi antara keduanya pun semakin intens hingga akhirnya tersangka meminta korban mengirimkan foto bugil dan video bugilnya. “Korban diminta mengirim video bugil tersebut karena termakan dengan bujuk rayu tersangka, tidak pernah (menjanjikan akan mengirim uang-red),” kata Nunung.

Video bugil dan foto bugil tersebut dikatakan Nunung digunakan tersangka untuk kepuasan seksualnya. Video bugil dan foto bugil tersebut tidak pernah disebarkan tersangka melalui medsos lain. “Motifnya tersangka ini untuk mendapatkan kepuasan sendiri dengan mengoleksi foto atau video anak di bawah umur tanpa busana,” kata Nunung.

Nunung menuturkan dari hasil pemeriksaan telepon genggam tersangka menggunakan analisa digital forensik terdapat foto bugil dan video bugil remaja lain. Total korban dari tersangka tersebut berjumlah 14 orang. “Sudah ada pengakuan tersangka, ada 13 korban lain (selain korban JL-red). Korban lain ini belum melapor mungkin karena malu atau tidak tahu kalau tersangka ini sudah ditangkap,” kata mantan Direktur Polairud Polda Banten tersebut.

Tindak pidana pornografi terhadap anak tersebut lanjut Nunung telah dilakukan tersangka sekira satu tahun terakhir. Para korban tersangka kebanyakan berasal dari Lampung. “Pengakuannya ada yang dari Natar, Metro (daerah Lampung-red) ada juga dari Bogor,” kata Nunung didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata.

Nunung menuturkan, dari pengungkapan kasus tersebut, barang bukti berupa screen shoot percakapan Whatsapp, ponsel korban dan tersangka telah diamankan. “Barang bukti lain ada kartu seluler yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan korban,” ujar mantan Kapolres Serang tersebut.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal berlapis. Pasal 37 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 76 UU RI Nomor 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ancaman pidananya maksimal 16 tahun dan denda Rp1 miliar,” ucap Nunung.

Sementara itu, tersangka mengakui telah mengoleksi video bugil dan foto bugil belasan remaja tersebut. Video bugil dan foto bugil tersebut kata dia tidak pernah digunakan untuk memeras para korban. “Enggak pernah dijual juga, untuk hasrat seksual saja,” katanya.

Alasan tersangka menyebarkan video bugil dan foto bugil korban tersebut di media sosial karena sakit hati. Sebab, korban tidak mau lagi mengirim foto bugil dan video bugilnya kendati sempat diancam akan disantet dan disebar. “Yang lain (korban lain-red) tidak disebar karena masih ngirim (foto dan video bugil-red). Yang disebar yang di Banten saja karena enggak mau ngirim lagi,” tuturnya. (mg05/air)