CILEGON – Rombongan Komisi II DPRD Cilegon melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Kamis (8/1/2015). Kunker yang langsung dipimpin Ketua Komisi II DPRD Cilegon Hasbi Sidik itu sekaligus dalam rangka menindaklanjuti adanya laporan masyarakat tentang buruknya pelayanan di rumah sakit plat merah itu.

Aam Amrullah, anggota Komisi II DPRD Cilegon mengatakan, kedatangan mereka sekaligus untuk memastikan kebenaran adanya laporan dari masyarakat tentang buruknya pelayanan jasa medis di RSUD Cilegon. “Kebetulan saya menerima laporan masyarakat yang menjadi pasien. Dia katakan, perawat di sini lamban dan kurang ramah, bahkan cenderung ketus kepada pasien itu. Setelah kami telusuri, ternyata mereka (perawat-red) itu belum mendapatkan hak-haknya seperti uang jasa medis yang belum dibayarkan rumah sakit,” ungkap Aam.

Keterlambatan upah jasa medis itu, kata dia, sudah dialami oleh sekira 700 perawat yang telah terjadi sejak empat bulan lalu.

Sementara itu, Direktur RSUD Cilegon Zainoel Arifin mengaku turut menyesalkan atas adanya laporan itu. Ia tidak menampik, adanya sikap kurang ramah dan lambannya pelayanan perawat di rumah sakit dapat membahayakan keselamatan pasien. “Adanya perawat yang ketus dan kurang ramah itu akan segera kita tindak lanjuti. Nah, mengenai keterlambatan upah jasa medis itu persoalan sebenarnya cuma pada cara penghitungannya saja, karena itu tidak gampang dan itu sedang kita selesaikan,” katanya.

Lebih jauh dirinya tidak dapat membeberkan upah jasa medis yang menjadi hak perawat tersebut. “Saya tidak tahu persis, karena nilainya masing-masing berbeda. Ada poin-poinnya,” tandasnya. (Devi Krisna)