Komisi IV DPRD Kota Cilegon Minta CCM Bangun JPO

CILEGON – Komisi IV DPRD Kota Cilegon mengusulkan kepada pengelola Cilegon Center Mall (CCM) untuk membangun jembatan penyeberangan orang (JPO). Hal itu dinilai penting guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Ahmad Yani atau di depan mal.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Erik Airlangga menjelaskan, kemacetan kerap terjadi di depan CCM, puncaknya terjadi pada Rabu (1/1) lalu, dimana antrean kendaraan cukup panjang. Salah satu penyebab kemacetan adalah antrean kendaraan yang hendak masuk ke CCM mengular hingga jalan protokol.

“Masukan dari Komisi IV membangun jembatan layang, kita menyarankan ke CCM untuk membuat jembatan penyeberangan, karena kan yang dari Serang naik kendaraan umum enggak mungkin harus muter,” ujarnya, Kamis (2/1).

Dijelaskan Erik, pengunjung CCM tidak hanya berasal dari arah pusat kota, tetapi juga dari arah Kota dan Kabupaten Serang. Para pengunjung yang datang menggunakan kendaraan umum terpaksa harus berjalan kaki menyeberangi jalan protokol agar bisa masuk ke mal.

Kondisi itu pun dinilai menjadi salah penyebab kemacetan karena pengendara harus mengurangi kecepatan dan dalam kesempatan banyak kendaraan yang hendak masuk dan keluar dari mal. “Mal-mal yang di Kota Cilegon kan semuanya punya jembatan penyeberangan ,” ujarnya.

Dilanjutkan Erik, pihaknya menyarankan agar CCM membangun jembatan penyeberangan karena tidak bisa mengandalkan anggaran pemerintah mengingat penyusunan anggaran untuk 2020 telah disahkan. “Agar pembangunan jembatan penyeberangan bisa dipercepat, solusinya adalah pihak manajemen CCM yang membangun,” tandas Erik.

Selain membangun jembatan penyeberangan, Komisi IV pun menyarankan manajemen CCM untuk mengevaluasi manajemen parkir. Salah satunya dengan menambah akses masuk bagian depan mal. Kemudian, manajemen pun diminta membangun kerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon dan kepolisian.

Menanggapi usulan pembangunan jembatan penyeberangan, Operasional Manager CCM Khairuddin mengaku akan menyampaikan usulan tersebut kepada pemilik mal.  “Akan kami koordinasikan dengan owner kami, akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Khairuddin pun mengaku akan kembali mengevaluasi sistem buka tutup akses masuk ke mal agar kemacetan parah tidak kembali terjadi. Ia pun mengaku akan meningkatkan koordinasi dengan Dishub Kota Cilegon di tahun ini dalam menyikapi persoalan lalu lintas di area sekitar mal. (bam/ibm/ags)