Komisi Kurang, Leher Nyaris Ditebas

0
628 views

TIGARAKSA – Leher Edih (43), nyaris ditebas golok oleh A alias Agus, Sabtu (18/7). Pemicunya, Edih dianggap tak memberikan fee yang cukup usai ditemani mengambil uang pesangon.

Awalnya, Edih meminta bantuan rekannya bernama Cuping untuk mencairkan uang pesangon di BP Jamsostek Cabang Cikupa.

“Lalu, si Cuping ini mengajak kawannya, Agus. Setelah sepakat, klien saya bersama dua kawannya pergi ke kantor yang dimaksud dan berhasil mencairkan uang pesangon,” kata kuasa hukum Edih, Denis Heriawan kepada Tangerang Ekspres (Radarbantengroup), Minggu (26/7).

Usai pencairan, lelaki asal Kampung Keramat, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang ini memberikan uang Rp600 ribu sebagai ucapan terima kasih. Cuping dan Agus masing-masing memeroleh Rp300 ribu.

“Terlapor ini merasa tidak terima. Lalu mendatangi klien saya dengan membawa golok dari rumahnya. Golok itu hendak ditebaskan ke leher klien saya, namun berhasil ditangkis. Si Agus ini juga melakukan pemukulan di bagian kepala,” kata Denis.

Beruntung keributan itu dilerai oleh warga sekitar. Namun, Agus masih belum puas dan mengancam Edih. Tak terima atas ulah Agus, Edih melaporkannya ke Satreskrim Polresta Tangerang. “Si Agus ini bilang, ‘awas saya bunuh kamu!’. Ia tidak terima diberi uang ucapan terima kasih Rp300 ribu. Dimana menurutnya 2,5 persen dari jumlah uang yang dicairkan. Kita laporkan kasus ini ke polisi,” kata Denis.

Namun, Denis merasa kecewa lantaran penyidik hanya menerima laporan kliennya tentang pemukulan dengan pemaksaan. “Ancaman pembunuhan tidak disertakan. Padahal banyak saksi dan kita juga hadirkan saat melaporkan kasus ini,” kata Denis.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Tangerang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira mengaku masih mendalami keterangan pelapor dan terlapor. “Kasus ini masih kita tangani dan sedang kita lakukan penyeledikan,” ujarnya saat ditanyai Tangerang Ekspres. (rbnn/nda)