Komisi VIII Akan Raker dengan BNPB

SERANG – Komisi VIII DPR RI akan melakukan rapat kerja (raker) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam Raker itu Komisi VIII akan menanyakan sejauh mana BNPB melakukan penanganan bencana yang terjadi sejak awal tahun 2020 di Jabotabek, Banten, Jabar, dan provinsi lain.

Ketua Komisi VIII Yandri Susanto memastikan bahwa Raker akan digelar dalam pekan ini. “Kita ingin memastikan bahwa BNPB harus menangani korban dengan baik, tidak boleh ada korban banjir yang terlantar karena tdak tertangani,” kata Yandri saat memberikan bantuan kepada korban banjir di Desa Koper, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Senin (6/1/2020).

Korban banjir dan longsor yang mengungsi harus ditangani dengan baik. Mereka harus mendapat pelayanan maksimal. Sementara korban yang meninggal harus dimakamkan dengan layak. “Kita ingin tahu sejauh mana BNPB melakukan koordinasi dengan BPBD dan pemda dalam menangani bencana. Ini penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara paripurna,” ujarnya.

Yandri berharap, dalam Raker nanti mendapat penjelasan yang lengkap sehingga dapat diambil langkah langkah tercepat dalam menangani bencana banjir dan longsor.

Menurut Yandri, penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan dengan solusi jangka pendek. “Perlu solusi jangka panjang dalam menangani masalah ini. Misalnya penertiban terhadap pembalakan liar di hutan hutan yang menyebabkan hutan gundul. Kalau itu tidak ditangani, maka bencana banjir dan longsor akan terjadi lagi. Jadi, harus ditangani dari Hulu, “kata politikus PAN ini.

Selain itu harus ada perubahan perilaku manusianya. Jangan membuang sampah sembarangan dan mengotori drainase. “Kita harus menjaga lingkungan kita, jangan membuang sampah sembarangan,” imbuhnya. (A. Lutfi)