Komisi VIII: Jangan Ada Tindakan Represif bila Ada Umat Islam Salat Id di Masjid

SERANG-Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H yang jatuh pada Minggu (24/5) harus disambut dengan gembira. Karena tahun ini pelaksanaannya serentak ditengah-tengah pandemi covid – 19. “Semoga ini menjdi kekuatan bangsa ini untuk bangkit bersama dalam melawan corona,” katanya saat dihubungi Radar Banten, Sabtu (23/5). Yandri juga menyatakan menyambut baik keputusan pemerintah untuk meminta umat Islam sholat idul fitri di rumah saja. “Tapi bila ada umat Islam yang salat di lapangan atau di masjid tetap harus dihormati dan jangan ada tindakan represif dari pihak keamanan seperti polisi, tentara atau satpol PP atau pihak lain lurah, kades, camat dan sebagainya,” ujar Wakil Ketua Umum DPR PAN ini.
Kata Yandri, jangan sampai memicu kesalahpahaman umat karena faktanya hari-hari menjelang lebaran ada pagelaran konser, banyak mal yang buka dan pasar berjubel dipenuhi warga tanpa mengindahkan protokol kesehatan corona. “Atas fenomena itu faktanya pemerintah cenderung membiarkan tanpa ada tindakan yang serius. Jadi, sekali lagi kami meminta jangan ada tindakan represif atau pembubaran bila ada umat Islam salat id di lapangan atau masjid,” tegasnya.(alt)