SERANG – Keberadaan gedung kesenian sangat dibutuhkan karena aktivitas kesenian dapat menjadi wadah bagi anak-anak dan orang dewasa untuk menyalurkan ekspresi seni. Dalam kesenian, tindak kekerasan hampir tidak terjadi dan ini dapat menjadikan daya tumbuh kembang anak menjadi stabil dengan lingkungan yang sehat.

“Pak Rano (Plt Gubernur Banten-red) seorang seniman, saya kira harus disiapkan gedung kesenian. Untuk apa, untuk memberikan kesempatan baik anak-anak atau orang dewasa dalam mengekspresikan seni apalagi di sini seni dibungkus dengan muatan agama kan itu terlihat kuat sekali,” ujar Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait usai mengukuhkan pengurus lembaga perlindungan anak (LPA) Banten di Pendopo Gubernur Lama, Kota Serang, Selasa (20/1/2015).

Kultur masyarakat Banten, menurut Arist dapat memadukan antara kesenian dan keagamaan dengan sangat positif. “Seni dengan agamanya itu kental sekali. Lihat saja itu kan penting memberi ruang untuk anak-anak tumbuh dalam seni tanpa kekerasan,” tegasnya.

Selain ruang berkesenian, Arist sangat menyarankan agar pola asuh keluarga terhadap anak mulai diubah dari pola asuh diktator dan penuh teror menjadi pola asuh partisipatoris. “Anak-anak jangan diancam atau diberi tindakan keras, tapi sudah mulai diajak diskusi dan dibimbing untuk berpikir secara mandiri,” kata dia.(Wahyudin)