Kompak, Bersih, dan Punya Sumur Bor Mandiri

PULO AMPEL – Kekompakan warga dalam menjaga kebersihan terlihat pada kondisi lingkungan tempat tinggal warga Kampung Sumurranja Tengah atau Asurur. Perkampungan di Desa Sumurranja, Kecamatan Puloampel, itu juga punya sumur bor yang dikelola warga secara mandiri. Tiga hal itu menjadi dasar Pemerintah Desa Sumurranja memilih Sumurranja Tengah mengikuti Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019.

Ali Mukti, Sekretaris Desa Sumurranja, membenarkan kekompakan warga, lingkungan yang bersih, dan keberadaan sumur bor mandiri menjadi alasan pemilihan Sumurranja Tengah untuk mewakili Desa Sumurranja pada perlombaan yang digagas Radar Banten, Pemkab Serang, dan Polda Banten tersebut. Ia menjelaskan, air bersih dari sumur bor yang dikelola warga itu ditampung di bak terlebih dulu sebelum disalurkan ke puluhan rumah warga Sumurranja Tengah. Sumur bor itu membuat warga tidak kesulitan mendapatkan air ketika kemarau.

“Warga dibebankan iuran setiap bulan rata-rata Rp100 ribu. Air tersebut digunakan untuk menjaga kebersihan di lingkungan Sumurranja Tengah, untuk menyiram bunga dan lain-lain,” ujar Ali kepada jurnalis Banten Raya TV (grup Radar Banten) saat ditemui di kantor Desa Sumurranja pada Jumat (4/10).

Lingkungan Sumurranja Tengah yang dinilai bersih, menurut Ali, lantaran warganya rutin kerja bakti setiap pekan. Warga kompak membersihkan sampah dan saluran air di permukiman mereka.

Sumurranja Tengah diakui belum dilengkapi dengan bak atau tempat pembuangan sampah sementara. Namun, kata Ali, tidak ada warga kampung ini yang membuang sampah sembarangan. Warga mengumpulkan sampah dan membakarnya. Untuk sampah plastik dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah yang ada di RW 03, Kampung Sumurranja Tengah.

“Ke depan, kita akan membuat tempat pembuangan sampah sementara. Saat ini, kita sedang mencari lokasi untuk pembuangan sampah tersebut,” ujar Ali.

Soal keamanan lingkungan di Sumurranja Tengah, ia mengklaim, cenderung kondusif. Karena, warga dan pemudanya kerap melaksanakan ronda malam sesuai arahan Pemerintah Desa Sumurranja.

Salah satu tokoh masyarakat Sumurranja Tengah, Ayo Suparjo, menambahkan, di kampungnya tidak hanya punya pengelolaan air bersih saja. Sumurranja Tengah juga memiliki potensi kesenian dan kebudayaan. Ada Padepokan Kibangimi di kampung itu yang menampung anak-anak muda untuk berkesenian,seperti pencak silat, marawis, kasidah, dan seni tari. Padepokan itu juga dijadikan modal Sumurranja Tengah untuk berkompetisi dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman.

“Padepokan Kibangimi menjadikan warga Kampung Sumurranja Tengah aktif dalam berinteraksi dan aktif dalam kegiatan-kegiatan positif. Dengan padepokan tersebut, warga bisa meminimalisir perbuatan yang melanggar hukum,” tutur Ayo.

Keamanan di Sumurranja Tengah, menurut Ayo, juga tak lepas dari peran bhabinkamtibmas dan babinsa. “Melalui Lomba Kampung Bersih dan Aman, cita-cita kami ingin menjadikan Sumurranja Tengah menjadi maju dalam kebersihan, keamanan, dan pendidikan,” tutup Ayo. (jay/ang/don/ira)