Kompetensi Guru di Kabupaten Serang Masih Rendah

Ilustrasi. (Dok. JawaPos)

SERANG – Kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan di Kabupaten Serang dinilai masih rendah. Hal tersebut dikarenakan kompetensi guru yang belum mumpuni.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Sarjudin mengatakan, SDM pendidikan dinilai masih kurang karena kompetensi guru yang masih di bawah standar nasional.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilakukan pada 2015 yang lalu, nilai uji kompetensinya masih di bawah standar. “Itu hasil UKG terakhir kali untuk tahun 2016, tahun ini belum dilakukan,” katanya saat ditemui di kantornya di Penancangan, Kota Serang, Selasa (14/2),

Dikatakan Sarjudin, jumlah guru yang lebih dari 11.000 orang itu hanya mencapai nilai rata-rata angka 53, sedangkan standar nasionalnya harus di atas angka 65. Bahkan, kata dia, kompetensi pengawas pun tidak lebih baik dari pada guru. “SDM kita memang sedang banyak kekurangan, ini yang sedang kita benahi,” ujarnya.

Indikator dari UKG itu, kata Sarjudin, di antaranya adalah tentang pemahaman dalam membuat karya tulis ilmiah. “Masih banyak yang belum bisa, ini kan penting, untuk mengasah kemampuan dan kreativitas guru,” jelasnya. Ia menilai, kompetensi guru harus lebih ditingkatkan lagi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Serang.

“Karena guru itu memiliki peran yang sangat penting untuk pembangunan SDM,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kompetensi guru, pihaknya mengaku akan menggenjot kualitas melalui pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara terus menerus. “Kita sudah canangkan di tahun ini untuk peningkatan kualitas guru,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang Jajusi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, kualitas guru harus lebih ditekankan kepada pemahaman informasi teknologi (IT). Ia mengatakan, pemahaman IT menjadi penting karena untuk menyeimbangkan kemajuan zaman yang terus berkembang. “Sekarang kan proses pembelajaran sudah banyak menggunakan sistem IT, ini yang harus dipahami oleh setiap guru,” katanya.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan kualitas, pihaknya terus melakukan pendidikan dan pelatihan kepada para anggotanya. “Anggota kita ada sekitar 10.000 PNS dan non PNS, kita sering melakukan pelatihan karya tulis ilmiah, pelatihan proses pembelajaran, dan yang lainnya,” pungkasnya. (Rozak/Radar Banten)