Komunitas WMG Cilegon: Bagikan Makan Cuma-cuma, Makin Banyak Donatur

Sejumlah warga mengantre makan siang di Taman Masjid Al-Hadid, usai salat Jumat, kemarin. Makan siang gratis itu disiapkan oleh komunitas WMG Cilegon.

Banyak cara untuk berbuat baik kepada sesama. Salah satunya yang dilakukan Komunitas Warung Makan Gratis (WMG) Cilegon yang membagikan makan siang secara cuma-cuma. Seperti apa kisahnya?

BAYU MULYANA – CILEGON

Ali Rahman duduk di bangku yang terbuat dari pipa besi di bagian timur Taman Al-Hadid, di Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Jumat (14/2). Mengenakan kemeja kotak-kotak, ia terlihat sedang lahap menyantap makan siang.

     Setelah salat Jumat, Ali dan sejumlah jamaah di Masjid Al-Hadid pergi ke Taman Al-Hadid. Letak taman tak jauh dengan masjid, hanya beberapa meter saja. Tiba di taman itu, ia dan jamaah lainnya mengantre di sebuah tenda. Di bagian depan tenda itu tergantung spanduk dengan tulisan Warung Makan Gratis Cilegon.

     Dengan tenang, Ali mengambil piring rotan yang sudah dilapisi dengan kertas rames. Setelah terisi nasi, ia pun mengisi piring itu dengan aneka lauk pauk. Di bagian ujung lain tenda ia mendapatkan minuman, es jeruk, dari seorang perempuan muda.

     Dengan nasi di tangan kiri dan es jeruk di tangan kanan, ia melangkah ke salah satu bangku panjang di bagian timur taman yang berada tak jauh dari Landmark Kota Cilegon tersebut. Di sana ia menyantap makan siang, begitu juga dengan puluah orang lainnya. Mereka tersebar di sekitar taman, menikmati makan siang, mirip piknik di akhir pekan.      “Alhamdulillah, Mas. Makan enak, gratis, ramean lagi,” kata Ali setelah menenggak es jeruk.

     Ali mengaku bahagia ada kelompok masyarakat yang peduli dan mau berbuat baik dengan menggelar kegiatan sosial seperti itu. Kata dia, membuka makan gratis bagi masyarakat umum gagasan yang sangat bagus, menyentuh hati masyarakat. Soalnya, dengan konsep itu tak hanya saling berbagi, tapi juga memupuk rasa kebersamaan.

     “Kayak saya dan mas, tidak saling kenal, tapi kita bisa silaturahmi sambil makan. Pahalanya dobel ini, pahala ngasih makan juga pahala mempererat silaturahmi,” tutur Ali.

     Makan siang gratis Ali dan puluhan atau mungkin ratusan orang itu disiapkan oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Warung Makan Gratis Cilegon.

     Salah satu anggota komunitas, Vania Eriza menuturkan, makanan yang disuguhkan itu hasil swadaya anggota komunitas, juga sumbangan beberapa pihak. “Semangat kami melakukan ini semangat menebar kebaikan,” kata Vania.

     Komunitas WMG Cilegon sudah melakukan kegiatan itu selama sepuluh bulan. Gerakan itu diinisiasi oleh ia dan sejumlah rekannya sesama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cilegon.

     Awalnya, Vania dan empat rekannya membagikan makanan yang telah dikemas kepada masyarakat setiap hari Jumat. Secara konsisten setiap pekan, ia dan kawan-kawan terus melakukan hal itu setiap pekan. Kemudian, suatu waktu ia melihat ada gerakan yang sama di Kota Serang. Gerakan itu dinamai Warung Makan Gratis. Terinspirasi dari hal itulah WMG Cilegon terbentuk.

     Konsistensi komunitas WMG berhasil menularkan semangat menebar kebaikan kepada orang lain. Secara bertahap jumlah anggota komunitas bertambah, kini mencapai 30 orang. Tak hanya itu, banyak masyarakat maupun lembaga yang tidak bergabung dengan komunitas ikut menyumbang makanan.

     “Ada ibu-ibu yang nyumbang gorengan, ada juga dari lembaga zakat, kan mereka juga ada yang punya program yang sama, jadi dari mana-mana, alhamdulillah enggak kekurangan,” tutur Vania.

     Taman Al-Hadid dipilih sebagai lokasi lapak karena sangat strategis, berada di pusat kota. Di lokasi itu tak hanya jamaah Masjid Al-Hadid yang bisa ikut makan, tapi juga orang lain yang sedang beraktivitas di sekitar taman itu. 

     “Kalau di sini sopir angkot, ojek, pemulung, pengemis, pengamen, jadi mereka tidak perlu keluar uang lagi untuk makan siang, bisa di sini,” ujarnya.

     Vania sangat bersyukur gerakan itu direspons positif oleh masyarakat. Ia berharap hal itu menjadi inspirasi bagi orang lain dan ikut juga berbuat baik dengan cara apa pun. “Intinya kita menebar kebaikan, murni sosial,” tuturnya. (*)