Kondisi jembatan Cibeurum

PATIA – Kondisi Jembatan Cibereum yang melintasi Sungai Cibereum di perbatasan Desa Ciawi dengan Desa Idaman, Kecamatan Patia, semakin memprihatinkan.

Jembatan yang berukuran panjang 15 meter dan lebar empat meter itu kini rusak parah sehingga tidak bisa dilalui mobil. Padahal, jembatan baru dibangun pada akhir 2015. “Kewalahan, Pak. Jangankan untuk mobil, motor saja kesulitan untuk lewat. Soalnya, jembatan ini selain bolong juga tidak kokoh,” kata Deda Idaman, warga Kampung Bojongbuluh, kepada Radar Banten, Kamis (15/3).

Dayat meminta Pemkab Pandeglang untuk segera melakukan pembangunan Jembatan Cibereum itu. Tujuannya agar akses lalu lintas ke kantor Kecamatan Patia dan Pasar Pagelaran lancar. “Kami ingin jembatan ini segera dibangun agar tidak ada lagi warga yang terperosok lubang dan jatuh ke sungai,” katanya.

Jika Jembatan Cibereum dibangun, Dayat memastikan, akan meminimalkan jumlah kecelakaan dan meningkatkan perekonomian warga. “Selain itu, saya yakin ekonomi warga yang mayoritas petani dan pedagang bisa meningkat. Soalnya, hanya gara-gara jembatan ini rusak warga terpaksa harus transaksi hasil bumi di tempat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Idaman Ilman mengaku kecewa lantaran sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan Jembatan Cibereum ke Pemkab, tetapi sampai saat ini belum juga direspons. “Kita sudah beberapa kali mengusulkan ke Pemkab melalui musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) di tingkat kecamatan. Tapi, belum ada kepastian kapan akan dibangun,” katanya.

Sementara itu, Camat Patia Atang Suhana berjanji untuk mengawal usulan perbaikan Jembatan Cibereum yang disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tujuannya agar jembatan itu bisa secepatnya dibangun, paling lambat 2019 mendatang. “Kita masih melakukan konfirmasi dengan pihak PUPR,” kata pria yang baru seminggu menjabat sebagai camat ini. (her/zis/dwi)