Fatma (Laudya Cynthia Bella) dan anaknya, Nona (Lutesha).

Seperti judulnya, Ambu bercerita tentang ibu. Ibu yang melahirkan kita maupun ibu yang diartikan tempat asal dan jati diri. Dua pengertian ibu itulah yang dituangkan sutradara dalam film tersebut.

DALAM bahasa Sunda, ambu berarti ibu. Bahasa itu pula yang kerap digunakan masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Tak hanya menampilkan cerita antara ibu dan anak, sutradara Farid Dermawan dan penulis skenario Titien Wattimena mengeksplorasi unsur budaya. ”Ini kali pertama suku Baduy diangkat ke layar lebar,” ungkap Titien ketika gala premiere Ambu di Jakarta beberapa waktu lalu.

Cerita berpusat pada Ambu Misnah (Widyawati) dan Fatma (Laudya Cynthia Bella). Fatma pergi dari rumahnya di Baduy dan meninggalkan ibunya. Dia jatuh cinta pada pemuda kota dan bersikukuh mengikuti sang pujaan hati. Ambu Misnah pun tinggal sendirian di kampungnya. Sejak itu, Ambu Misnah berusaha melupakan anak tunggalnya itu.

Selang 17 tahun kemudian, kehidupan rumah tangga Fatma dirundung masalah. Suaminya (yang diperankan Baim Wong) berselingkuh dan melakukan kekerasan. Dalam keadaan terpuruk, Fatma membawa serta Nona (Lutesha), putrinya, kembali ke Baduy untuk bertemu sang ibu. Sayang, Ambu Misnah masih menyimpan luka lama dan tidak bisa menerima anaknya begitu saja. Fatma juga sudah bukan bagian dari suku sehingga dianggap pendatang.

Hubungan ibu-anak yang juga disorot adalah antara Fatma dan Nona. Dengan kembali ke Baduy, hubungan mereka yang awalnya renggang justru bisa membaik. Namun, kesan Jakartasentris pada sosok Nona terasa terlalu kuat. Konflik yang dia hadapi untuk beradaptasi dengan suku ibunya juga tidak begitu detail.

Lewat film itu, kita bisa melihat bagaimana keseharian masyarakat adat di Baduy. Tidak ada listrik. Kalau mandi, tidak pakai sabun. Secara jalan cerita, sebenarnya tidak harus suku Baduy yang dipilih. Sebab, banyak suku di Indonesia yang juga memiliki aturan ketat. Namun, adat Baduy terbukti cukup menolong fondasi cerita Ambu menjadi lebih dramatis, tapi tetap realistis.

Dalam film dijelaskan bahwa Baduy punya aturan khusus bagi mereka yang sudah bukan bagian dari suku tersebut. Kalau ingin kembali, mereka harus menjalani ritual khusus dan hukuman selama 40 hari. Prosesnya tidak gampang. Sama sulitnya dengan Ambu Misnah untuk membuka hati bagi anaknya. Pada saat bersamaan, diperlihatkan pula konflik batin yang dihadapi Fatma agar bisa kembali ke ”ibu”-nya, suku tempatnya berasal.

Memerankan seorang ibu yang memiliki anak remaja, wajah Laudya Cynthia Bella terasa sangat muda untuk peran itu. ”Pertama ditawari juga agak heran, memangnya aku nggak terlalu muda?” ungkap Bella. Namun, secara latar belakang cerita, tidak aneh jika seorang warga Baduy memiliki anak di usia muda. Fatma pun diceritakan punya anak sebelum usia 20 tahun. (jpg)