M Agus Salim

SERANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Banten M Agus Salim menilai konflik politik di Banten sangat rawan dan berpotenai memecah kehidupan umat beragama. Menurutnya, bukan hal yang baru setiap agenda pemilihan kepala daerah selalu menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat.

“Politik itu bisa saja memicu konflik. Alhamdulilah, Banten rukun. Namun rukun itu dinamis. Bisa saja hari ini aman, besok rusuh, karena konflik itu banyak sumbernya, sangat rawan sekali,” kata Agus, Jumat (12/8).

Ia mengatakan, biasanya dalam konflik yang dilatarbelakangi oleh agama terlebih dahulu dipicu oleh faktor lain, seperti provokasi. Jika tidak disikapi maka tidak menuntut kemungkianan hal itu dapat terjadi, mengingat potensi konflik di setiap daerah itu ada meskipun persentasenya kecil.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Banten Ahmad Muhibi mengatakan, potensi konflik Pilgub Banten 2017 sangat besar. Jika hanya ada dua kubu pasangan calon, Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan Rano Karno, riskan terjadi gesekan besar.

“Politik itu segala macam cara bisa dilakuakn agar jagoannya menang. Kamiakan ikut memantau agar kasus dinamika politik jangan sampai merusak kerukunan umat beragama,” tuturnya. (Ade F/Farid)