KONI Banten: Kembali Pelatda Jangka Panjang

Atlet dayung Banten saat menjalani latihan rutin, sebelum Covid-19 mewabah.

SERANG – KONI Banten menyikapi kabar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang resmi ditunda hingga tahun depan. Alhasil, program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON 2020 kini kembali ke tahap Pelatda Jangka Panjang (PJP).

Ketua Umum (Ketum) KONI Banten, Rumiah Kartoredjo mengatakan, langkah itu dilakukan menyusul semakin penjangnya waktu persiapan atlet menyambut PON XX di Papua seiring mewabahnya virus corona atau Covid-19. “Penundaan PON ini sudah keputusan presiden. Kita akan mengikutinya. Tapi kita akan tetap terus mempersiapkan atlet, program latihan tak ada yang terhenti. Saat ini kembali ke pelatda jangka panjang, nanti mulai Januari atau Februari baru masuk lagi ke Pelatda PON,” kata Rumiah, Minggu (26/4).

Selain itu, sambung Rumiah, Pelatda PON yang digulirkan secara mandiri di rumah masing-masing atlet, hasilnya kurang maksimal. Dampak wabah Covid-19, try out atau uji tanding atlet pun tak bisa dilaksanakan. Padahal try out sangat penting guna mengukur hasil latihan atlet dan bahan evaluasi agar selanjutnya bisa tampil lebih baik. “Sekarang semua latihan atlet sudah dilakukan secara mandiri. Disini peran pelatih lebih besar untuk terus mengontrol atlet. Try out juga tidak bisa, karena kegiatan (kejuaraan olahraga) berhenti di seluruh Indonesia,” jelas Rumiah.

Terpisah, Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Banten, Ahmad Yaman mengaku menerima keputusan pemerintah terkait penundaan PON XX di Papua. “Kami hanya bisa pasrah dan menerima. Kami yakin keputusan yang diambil merupakan jalan yang terbaik untuk semuanya,” kata Yaman.

Yang utama, sambung Yaman, persiapan atlet tetap berjalan. Sebab bukan hanya PON, atlet dituntut selalu siap untuk mengikuti seluruh kejuaraan kapanpun dibutuhkan. Latihan mandiri telah diterapkan oleh Pengprov Podsi Banten. “Bagi kami tidak ada istilah libur demi Banten cemerlang. Walau jujur ketika berlatih mandiri, ada sedikit penurunan kemampuan terutama mengenai teknik. Sebab pada latihan mandiri atlet hanya bisa latihan fisik,” jelas Yaman. (rbs/ibm)