SERANG – Pelatih pengurus cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Banten diminta paham menangani cedera atau memberi pertolongan pertama kepada atletnya.

Karena itu, Sabtu (20/7), Tommy Fondy didatangkan sebagai pemateri untuk memberi bekal pelatihan sport massage.

Berlangsung di Hotel Ledian, Kota Serang, sebanyak 57 pelatih cabor di Banten mengikuti pelatihan sport massage. Pelatihan penanganan cedera tingkat nasional level pertama yang digelar KONI Banten. 

Tommy yang punya pengalaman berguru di training of massage, Universitas Mainz Germany tahun 1998 itu menerangkan, tata cara penanganan cedera yang baik dan benar. Bukan hanya melalui keterangan lisan, Tommy pun mengajak seluruh pelatih yang hadir untuk mempraktikkannya secara langsung. 

“Untuk menangani cedera paling pertama bisa kita lakukan dengan metode rice, yaitu singkatan dari rest, ice, compression, dan elevation. Rest berarti diistirahatkan, untuk mencegah cedera lebih lanjut. Ice, dengan penggunaan es untuk membatasi pembengkakan. Compression, penekanan agar kembali stabil. Kemudian elevation, meninggikan bagian cedera agar jaringan otot rileks dan peredaran darah lancar,” ungkap Tommy.  

Untuk mahir menjadi sport massage, Tommy mengatakan setidaknya perlu menjalani kepelatihan hingga level kedua. Banyak praktek pada level lanjutan tersebut. Tomy mengapresiasi kemauan KONI Banten untuk memberikan pemahaman kepada pelatihnya. 

“Level satu ini dasar. Untuk mengetahui bagaimana caranya menangani cedera. Sehingga kalau ada kejadian bisa memberikan pertolongan pertama. Tidak hanya bingung. Syukur-syukur bisa membantu,” kata Tommy. 

Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Banten Agus Rasyid mengatakan, pelatihan sport massage dilakukan dalam rangka menyambut PON Papua 2020. Sebab, sambung Agus, ada kemungkinan KONI Banten tidak memboyong sport massage pada multi event tersebut. 

“Pelatihan ini dalam rangka menghadapi PON di Papua. Kita melihat PON Papua sangat berbeda dengan PON di Jabar yang sangat dekat. Papua dari kabupaten ke kota berjauhan. Jadi sangat diharapkan pelatih bisa untuk menangani cedera. Kalau memungkinkan, kita akan lanjut hingga pelatihan level kedua,” ungkapnya. (Riko BS)